Warga Stop Proyek, Nilai Walikota Dumai Ingkar

Surat Penolakan Warga Sukaramai (istimewa/forumkeadilan)
Surat Penolakan Warga Sukaramai (istimewa/forumkeadilan)

Dumai — Warga RT 06/10, Sukaramai, Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Dumai, menyetop pembangunan jalan hotmix sepanjang 5 x 138 meter di kampung itu. Walhasil, kontraktor tidak bisa mengerjakan proyek tersebut. Warga mengajukan protes kepada Pemerintah Kota Dumai dan hingga kini masih menunggu respon. Walikota Dumai H Khairul Anwar dan Wakil Walikota Agus Hidayat dianggap melupakan janji yang tertuang dalam kontrak politik.

Berawal saat masa kampanye pemilihan walikota Dumai 2010 lalu, duet Khairul Anwar-Agus Hidayat meneken kontrak politik dengan masyarakat Kelurahan Bukit Kayu Kapur. Menurut dokumen yang diterima forumkeadilan.com, penandatangan kontrak politik itu pada tanggal 7 Mei 2010.

Isinya, antara lain, jika terpilih jadi pemimpin Dumai, Khairul Anwar-Agus Hidayat, diharapkan membangun infrastruktur wilayah itu dengan profesional dan merata. Memang kondisi infrastruktur, terutama jalan, di kelurahan itu cukup parah. Sepanjang 2 kilometer jalan di sana, 1 km masih jalan tanah dan 1 km lagi jalan yang rusak. Warga Sukaramai menghendaki jalan sepanjang 2 km itu diperbaiki.

Atas kondisi ini, pada 7 Januari 2013 warga menyampaikan permohonan semenisasi jalan sepanjang 6 x 2000 m kepada Kepala Dinas PU Dumai cq Kabid Bina Marga lewat surat No.: 06/W.RT.06/010/BKK/I/2013. Namun ‘respon’ yang diterima mengecewakan. Pemko Dumai ‘hanya’ merealisasi proyek pembangunan jalan hotmix 5 x 138 m. Amat jauh dari harapan warga Sukaramai, Bukit Kayu Kapur.

Warga meminta Walikota Dumai Khairul Anwar dan Wakil Walikota Dumai Agus Hidayat tidak melupakan kontrak politik mereka.

Bagaimana Pak Wali dan Pak Wawali Dumai?

ags/jotz

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.