Ketua DPD Ajak Masyarakat Indonesia Bangun Semangat Nasionalisme

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Ketua DPD RI, Irman Gusman. (FK/Arief Manurung)
Ketua DPD RI, Irman Gusman. (FK/Arief Manurung)

Jakarta, FK – Sebagai pewaris bangsa, Ketua DPD RI Irman Gusman mengajak masyarakat Indonesia memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjadikan peringatan Proklamasi, sebagai momentum guna menegaskan kembali komitmen bernegara sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Hal itu disampaikannya dalam pidato di acara sidang bersama DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Jumat (17/8).

“Pada kesempatan yang baik ini, marilah kita menatap jauh ke masa depan. Dimanakah posisi Indonesia ketika kita merayakan “Satu Abad Kemerdekaan” pada tahun 2045? Sejauh mana kita mampu membangun diri menjadi bangsa yang kian kokoh ke-Indonesiaannya, sejahtera, berkeadilan dan tangguh, mampu memelihara dan mempertahankan nilai-nilai luhur budaya bangsa, serta berpengaruh dan ikut  menentukan tatanan global, sebagaimana dahulu Proklamator kita Soekarno dan Hatta pernah mencetuskan dan membuktikannya,” seru Irman Gusman.

Karenanya, kata Irman, semua pihak tidak boleh membiarkan merosotnya semangat nasionalisme, moralitas, dan solidaritas bangsa, sebagai modal untuk meningkatkan rasa percaya diri dan daya saing, guna menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar, tangguh, dan disegani di antara bangsa-bangsa lain di dunia.

“Karena itu, kita perlu mengoptimalkan potensi dan energi bangsa dengan menghimpun, mensinergikan, dan memberdayakan semua potensi negara dan bangsa. Baik potensi ekonomi berupa sumberdaya alam dan sumberdaya ekonomi lainnya, maupun potensi sumberdaya manusia, serta potensi budaya yang amat kaya dan luhur. Termasuk di dalamnya para ahli, ilmuwan, peneliti, profesional, wirausahawan, seniman, atlet, inventor, dan inovator yang berada di dalam dan luar negeri, serta para pemuda, pelajar, dan mahasiswa Indonesia  yang berbakat dan berprestasi di segala bidang, baik nasional maupun internasional,” tuturnya.

Menurut dia, potensi dan energi bangsa harus dikelola secara maksimal dan dengan rasa percaya diri yang tinggi.

“Bung Karno telah mengingatkan kita dengan mengatakan bahwa kelemahan jiwa kita ialah, kita kurang percaya kepada diri kita sendiri sebagai bangsa, kurang percaya-mempercayai satu sama lain. Padahal kita ini pada asalnya adalah Rakyat Gotong-Royong,” pungkasnya.

FK/Am
You might also like

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.