“Kernel Oil Bisa Dikenakan Pasal Kejahatan Korporasi”

Asep Warlan Yusuf (antara)
Asep Warlan Yusuf (antara)

Jakarta — PT Kernel Oil Pte Ltd dinilai bisa dikenai pasal korporasi terkait kasus suap yang menyeret petinggi Kernel Oil, Simon Gunawan Tanjaya yang diduga memberikan uang suap dan moge kepada Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Penilaian itu disampaikan pakar hukum Asep Warlan Yusuf. Menurutnya, jika suap itu mengatasnamakan perusahaan dan guna memperlancar bisnisnya di Indonesia, maka hal itu sebagai bentuk kejahatan korporasi.

“Ketika penyuapnya itu adalah kebijakan korporasi, ada dalam rapat direksi maka bisa dijatuhkan korporasi. Dapat dikenakan pasal korporasi,” kata Asep di Jakarta, Rabu (28/8).

“Kalau ada uang yang disediakan untuk suap pejabat maka itu sudah dapat disebut sebagai kejahatan korporasi,” tegas Asep.

Namun, kata Asep, hal itu tergantung bagaimana kebijakan direksi perusahaan yang bergelut dalam bidang minyak itu. “Penyelidikan ini dilakukan dalam pengambilan keputusan. Kalau dilakukan secara pribadi tidak bisa disebut sebagai korporasi,” kata Guru Besar Universitas Parahyangan itu.

Dia mengatakan, KPK bisa menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa seluruh direksi. Bila perlu, kata Asep, dapat dilakukan penggeledahan ke kantor perusahaan milik warga negara Singapura itu.

“Kalau ada rapat dalam direksi, itu dapat diketahui dalam notulen rapat. Bisa dilakukan penggeledahan, bisa diminta keterangan kepada direksi-direksi,” jelasnya.

KPK menangkap petinggi Kernel Oil, Simon Gunawan Tanjaya yang diduga memberikan uang suap dan moge kepada Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

KPK saat ini juga tengah fokus memeriksa Rudi dan Simon. Ada satu orang lagi, perantara bernama Deviardi yang turut diperiksa. Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

mvi/rmnews/jotz

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.