PELECEHAN SEKS ANAK

Proyek Terminal Terpadu Depok Tak Boleh Korbankan Hak Didik Anak Jalanan

Ilustrasi Terminal Terpadu Depok (harris/istimewa)
Ilustrasi Terminal Terpadu Depok (harris/istimewa)

Depok, FK — Sekolah Master (Masjid Terminal) Depok akan kehilangan sebagian dari lahannya akibat pembangunan Kawasan Terminal Terpadu oleh Pemkot Depok melalui PT Andyka Investa, sebagai pemenang tender proyek tersebut. Proyek bernilai lebih dari Rp300 miliar tersebut, seperti dikutip dari situs resmi Pemkot Depok, akan menggusur sekitar 2000 m2 dari total 6000 m2 tanah milik Yayasan Bina Insan Mandiri, yayasan pengelola Sekolah Master. Pemkot Depok akan menggunakan lahan tersebut untuk mendirikan pusat perdagangan sebagai salah satu fasilitas di Kawasan Terminal Terpadu Kota Depok.

Nurohim, Ketua Yayasan Bina Insan Mandiri, kepada forumkeadilan.com, mengatakan bahwa di atas lahan seluas 2000 m2 tersebut telah berdiri beberapa bangunan semi permanen milik yayasan. Antara lain, gedung SMP, TK dan asrama siswa. Meski banyak pihak menolak penggusuran ini, Nurohim menjelaskan pihak yayasan telah mengikhlaskan sepertiga tanah sekolah tersebut.

“Kami tetap mendukung adanya investor yang masuk ke Depok, yang akan mengembangkan dan merapikan Kota Depok. Tetapi kami juga meminta Pemkot Depok memfasilitasi pemindahan bangunan yang sudah ada ke tanah milik kami yang 4000 m2,” jelas Nurohim.

Permohonan lain dari pihak yayasan pengelola sekolah kepada Pemkot Depok dan pihak pengembang adalah adanya tukar guling tanah yayasan seluas 500 m2 yang terletak agak jauh dari area Sekolah Master dengan petak tanah lain yang lebih dekat dengan sekolah sebagai bentuk perluasan area sekolah.

Dukungan lain Pemkot Depok yang diharapkan Nurohim adalah membangun kemitraan antara Sekolah Master dengan pemerintah dan pihak pengembang.

Nurohim mengaku bahwa Pemkot Depok telah memberikan respon. Dalam hari-hari ini pihak yayasan akan berembug dengan dinas-dinas terkait. Nurohim berharap pembangunan terminal terpadu Kota Depok tidak mengorbankan pendidikan anak–anak didiknya.

harris/jotz

You might also like

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.