“Kasus Tanjung Gusta Bisa Terjadi di LP Lain”

Penjara Sesak Kapasitas (antara)
Penjara Sesak Kapasitas (antara)

Depok, FK — Kerusuhan yang berujung pada kaburnya sekitar 150 orang napi dari Lapas Tanjung Gusta, Medan, dipicu protes para napi karena listrik dan air padam seharian. Sejak Kamis dini hari (11/7) hingga sore hari. Akhirnya kerusuhan pecah sekitar pukul 18.00 WIB. Ratusan tahanan kabur seta belasan sipir disandera. Akibat rusuh ini lima orang tewas: dua sipir dan tiga tahanan. Ratusan napi kabur. Polisi dan TNI mengejar mereka.

Meski terlihat sebagai kesempatan yang dimanfaatkan oleh para napi untuk melarikan diri, kerusuhan gara-gara protes air dan listrik yang mati seharian ini sebenarnya hanyalah pemicu. Persoalan utamanya adalah protes terhadap pencabutan PP No 99 tahun 2012 tentang Remisi dan Pembebasan Bersyarat Bagi Narapidana Kasus Narkoba dan Terorisme. PP No 29 tahun 2012 merupakan perubahan dari PP No 32 tahun 1999.

Dapat dipahami bahwa para napi yang seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama, terkait pembebasan bersyarat dan remisi melalui PP No 99 tahun 2012, merasa terdiskriminasi dengan napi tindak pidana yang lain setelah adanya pencabutan PP tersebut.

“Kalau pemicu itu bisa apa saja, kejadian–kejadian kecil yang terjadi didalam Lapas. Apa yang menjadi persoalan dasarnya. Kalau dalam konteks penjara di Indonesia, ada pada pemenuhan hak–hak narapidana. Itu yang pertama. Yang kedua, bisa saja itu terkait dengan adanya perbedaan–perbedaan perlakuan sehingga adanya kecemburuan,” ulas kriminolog UI Iqrak Sulhin, di Depok, Jumat (12/7).

Iqrak Sulhin menjelaskan lebih jauh, dengan kondisi lapas–lapas di Indonesia yang sebagaian besar sudah melebihi kapasitas, sangatlah potensial kejadian di Tanjung Gusta dapat terulang kembali di lapas–lapas lainnya di Indonesia

“Kasus di LP Tanjung Gusta sangat berpotensi terjadi di lapas–lapas di Indonesia. Terutama yang overcrowd (melebihi kapasitas),“ jelas Sulhin.

harris/jotz

You might also like

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.