PELECEHAN SEKS ANAK

Vonis Yayasan Supersemar Belum Juga Dieksekusi

Jakarta, FK — Ini satu lagi bukti eksekusi bermasalah. Walau sudah divonis tiga tahun silam, Yayasan Beasiswa Supersemar belum juga membayar denda kepada negara. Yayasan milik mantan Presiden RI ke-2 Alm Soeharto tersebut telah divonis Mahkamah Agung (MA) untuk membayar denda senilai 315.002.183 Dollar AS dan Rp139.229.179 atau total Rp3,07 triliun (kurs: 1 Dollar AS=Rp 9.738). Keputusan MA tersebut telah dikeluarkan pada 28 Oktober 2010 lalu melalui surat keputusan bernomor 2896 K/Pdt/2009.

Namun eksekusi tersebut rupanya terkendala hal ‘sepele’.

“Pengadilan Negeri Jakarta Selatan belum menerima surat keputusan resmi dari MA. Kita akan melaksanakan eksekusi tersebut jika ada surat keputusan resmi yang lengkap yang diberikan PN Jaksel ke kita,” ujar Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Burhanuddin di Jakarta, Senin (20/5).

Burhanuddin berjanji akan terus berupaya memperjelas keputusan dari MA tersebut. “Kita akan upayakan untuk menanyakan ke MA, tapi kan kita juga memperhatikan prosedurnya karena yang memberikan surat keputusan tersebut dari pengadilan negeri bukan dari MA,” ujarnya.

Burhanuddin juga menambahkan bahwa pihaknya belum hitung-hitungan soal aset dari sejumlah yayasan yang dimiliki oleh mantan presiden RI yang memerintah selama 32 tahun tersebut. Di antara yayasan yang diduga bermasalah tersebut adalah Yayasan Beasiswa Supersemar, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, dan Yayasan Trikora.

Selain itu Burhanuddin menjelaskan bahwa pihak eksekutor adalah berasal dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bukan dari jaksa Kejagung.

“Yang melakukan eksekusi bukan kita tapi panitera dari pengadilan negeri. Berbeda kalau kasus pidana, jaksalah yang melakukan eksekusi. Jika kasus perdata, kitalah yang meminta panitera yang melakukan eksekusi,” jelasnya.

Dalam putusan MA tersebut, mendiang Soeharto sebagai tergugat 1 dan Yayasan Beasiswa Supersemar sebagai tergugat 2 dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis berupa denda kepada Yayasan Beasiswa Supersemar sebesar Rp3,07 triliun.

dod/jpnn/jotz

You might also like