“Tolak BBM Naik, Dukung Pemotongan Gaji Presiden”

Jakarta, FK — Anggota Komisi VII DPR Fahri Hamzah mengaku tetap menolak rencana kenaikan BBM.“Saya sudah nolak kenaikan BBM. Saya tidak setuju, orang negara lagi susah,” kata Fahri menegaskan. “Saya akan melawan kalau partai setuju. Kalau partai menerima saya menolak,” ungkap Fahri, Senin (13/5).

Ia beralasan kenaikan BBM sama saja menyakiti orang susah. Karenanya dia tak setuju orang yang sudah susah tambah susah akibat dampak dari kenaikan BBM itu. Apalagi, lanjut Fahri, saat ini kebijakan energi, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan kasus korupsi masih marak dan membebani rakyat.

“Masa’ kita harus membebani rakyat lagi dengan kenaikan BBM,” kata dia lagi.

Ia menegaskan, kalau mau mengurangi kenikmatan jangan pernah mengganggu kenikmatan rakyat. “Ganggu saja kenikmatan (pemerintah) sendiri,” katanya.

Bahkan, Fahri mengaku setuju bila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengambil kebijakan melakukan pemotongan gaji. “Kalau Pak SBY menyepakati pemotongan gaji kita sepakat saja. Daripada rakyat yang susah,” paparnya.

boy/jpnn/jotz