PELECEHAN SEKS ANAK

Tersangka Baru Dalam Kasus Aiptu Labora Sitorus

Jakarta – Pemeriksaan lanjutan terhadap kasus rekening gendut Rp 1,5 triliun yang dimiliki seorang bintara Polsek Raja Ampat, Papua Barat, Aiptu Libora Sitorus menyeret nama baru. Direktur Operasional PT Seno Adi Wijaya (SAW) berinisial JL ditetapkan menjadi tersangka atas keterlibatannya dalam kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Perkembangan tersebut disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Pol Agus Riyanto dalam jumpa pers di gedung humas Mabes Polri, Kamis (23/5). “Penyidik dari Bareskrim, Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Eksus dan Trimsus Polda Papua bekerjasama untuk menuntaskan kasus ini,” ucap Agus.

Hingga kini penyidik telah memeriksa sebanyak 61 orang saksi. Dalam kasus penimbunan BBM penyidik telah memeriksa 26 orang saksi dan menyita barang bukti berupa 4 buah kapal, 1 juta liter BBM jenis solar dan beberapa dokumen.

Sedangkan dalam kasus illegal logging yang dilakukan PT Rotua penyidik telah memeriksa 35 orang sebagai saksi dan menyita kapal, BlackBerry, 1500 potong kayu jenis merbau, dan 115 truk kontainer. Selain itu penyidik telah mengantongi data aliran dana dari sekitar 60 rekening yang diduga berkaitan dengan penggemukan rekening milik Labora. “Aliran dana masih dalam pemeriksaan,” ujar Agus.

Agus menambahkan bahwa pihaknya telah berhasil mengembangkan laporan dari hasil penyelidikan terhadap kasus bintara polisi yang memiliki rekening bernilai triliunan Rupiah tersebut. Semula pihak penyidik telah menetapkan 2 laporan. Namun penyelidikan akhirnya berkembang menjadi 6 laporan polisi terhadap kasus tersebut. “Ini yang akan mendasari pelaksanaan tugas kita ke depannya nanti,” paparnya.

dod/jpnn/jotz

You might also like