PELECEHAN SEKS ANAK

PT Green Planet Dapat Proyek Bioremediasi Lagi di Chevron

Proyek Bioremediasi (apakabarnews.com)
Proyek Bioremediasi (apakabarnews.com)

Duri, FK — PT Green Planet Indonesia, salah satu vendor PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang mengerjakan proyek bioremediasi saat ini masih bermasalah hukum, memenangkan lelang proyek bioremediasi di Pematang SBF Desa Petani Kecamatan Mandau, Duri Kabupaten Bengkalis.

Penelusuran forumkeadilan.com dan katakabar.com ke lokasi SBF tempat pengelolaan proyek bioremediasi dijalan Lintas Rangau, Bonai Darussalam, Rokan Hulu, terdapat dua lokasi tempat pengolahan limbah dimana saat ini proyek itu dikerjakan PT Gametri.

Lokasi pertama pengelolaan limbah sudah lama tidak beraktivitas dan ditinggalkan begitu saja. Tampak gundukan tanah menggunung dan sebuah kolam limbah dikelilingi pagar besi setinggi 2 meter.

Lokasi kedua pengelolaan limbah bioremediasi jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi pertama itu tanpak beroperasi. Sejumlah dump truck  mengangkut tanah ke dalam lokasi.

Alat berat  juga beroperasi didalam lokasi yang juga dikelilingi pagar besi setinggi 2 meter.

PT Gametri yang mengerjakan proyek bioremediasi tinggal menghitung hari lagi. Karena dari kabar yang beredar di lokasi ini pada Juni 2013  proyek bioremediasi akan dikerjakan PT Green Planet Indonesia yang memenangkan lelang. Demikian informasi dari seorang pekerja tidak mau ditulis namanya saat ditemui Senin (27/5) siang lalu.

Seperti diketahui PT Green Planet Indonesia tengah bermasalah karena dirundung kasus hukum proyek bioremediasi. Menjadi pertanyaan, perusahaan yang tengah bermasalah dapat menang tender proyek bioremediasi ini. Lagi-lagi dalam proyek serupa.

Ditempat terpisah, Agung Marsudi dari Duri Institut mengatakan, terkait pengerjaan proyek bioremediasi di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, tanah warga yang tidak tercemar limbah justru dibeli oleh Chevron.

Tanah itu kemudian diangkut dump truck salah satu Vendor yang mengerjakan proyek. Tanah warga yang tidak tercemar tadi diangkut sebanyak 2 trip per hari kemudian ditumpuk ke CGS yang berada dikawasan Balai Pungut. Di CGS tanah pun dicampur dengan minyak mentah lalu diaduk. Setelah itu, tanah bercampur minyak mentah diangkut dan dibawa ke Libo Soil Bioremediation Facilities (SBF), kata Agung.

Menurutnya, Chevron sudah keterlaluan mengakali proyek bioremediasi ini. Karena itu diminta kepada Kejagung agar mencari saksi-saksi baru terkait kasus bioremediasi ini.

Para operator vendor Chevron yang terkait dan terlibat dalam pekerjaan proyek bioremediasi harus dijadikan saksi agar kasus bioremediasi terbuka lebar ke Publik. Demikian Agung Marsudi.

sahdan/aziz/jotz

You might also like