Fuad Bawazier: Waspada, SBY Ingin Ulangi Sukses Demokrat Dengan BLT

Fuad Bawazier (kompas.com)
Fuad Bawazier (kompas.com)

Jakarta, FK — Rencana Pemerintah memberikan dana kompensasi kepada masyarakat jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik dinilai hanya akal-akalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memenangkan Partai Demokrat di Pemilihan Umum 2014. Demikian dikemukakan politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Fuad Bawazier, Minggu (5/5).

“Waspadai upaya SBY yang ingin mengulang sukses Partai Demokrat di Pemilu 2014 melalui Bantuan Langsung Tunai gaya baru. Alasan yang dipakai adalah APBN jebol gara-gara subsidi BBM, jadi harus dikurangi. Tapi, disatu sisi bikin subsidi baru (BLT),” katanya.

Menurut mantan Menteri Keuangan di jaman Orde Baru ini cara jitu menurunkan subsidi BBM adalah beralih ke gas. Cara tersebut dinilai tidak akan membebani rakyat dan pemerintah pernah mengumumkan rencana tersebut.

Tapi, dalam prakteknya, Fuad melihat tidak ada keinginan dan keseriusan pemerintah merealisasikan kebijakan tersebut.

“Pemerintah sudah janji mau bangun SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas) dan membantu SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang ada diubah ke SPBG, tapi tidak gerakan nyata yang dibuat pemerintah,” tegasnya.

Hal ini, lanjut Fuad, sangat berbeda sekali ketika mengalihkan subsidi minyak tanah ke gas. Oleh sebab itu, Fuad menegaskan ke pemerintah untuk tidak menipu rakyat dengan dana kompensasi tersebut.

“Tidak seperti dulu waktu mengalihkan subsidi minyak tanah ke gas (tabung gas). Jadi jangan tipu rakyat lah,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya pemerintah berencana akan memberikan kompensasi kepada masyarakat miskin jika harga BBM. Kompensasi tersebut berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), Beras Miskin, dan Beasiswa Pendidikan.

rmnews

You might also like