Anwar Ibrahim Galang Kekuatan, Dituduh Picu Kekacauan

Anwar Ibrahim (aljazeera.com)
Anwar Ibrahim (aljazeera.com)

Kuala Lumpur, FK  — Rabu malam (8/5) puluhan ribu pendukung oposisi Malaysia menghadiri rapat akbar di stadion Kelana Jaya mengecam pemilihan umum yang dimenangkan lagi oleh koalisi Barisan Nasional. Pemimpin aliansi tiga partai Pakatan Rakyat, Anwar Ibrahim, menyeru perlawanan karena dugaan kecurangan dalam pemilu.

Beberapa media independen Malaysia melaporkan jumlah peserta mencapai 50.000 orang. Mereka memenuhi area tempat duduk penonton dan juga lapangan sepak bola stadion Kelana Jaya.

Sebagian dari mereka mengenakan baju hitam sebagai tanda berkabung atas hasil pemilihan umum. Jalan-jalan menuju stadiun Kelana Jaya macet sementara ribuan orang masih berusaha mencapai stadion. Sebagian peserta rapat umum terpaksa memarkir mobil jauh dari stadion dan berjalan kaki beberapa kilometer.

Meskipun sebelumnya muncul ancaman pihak berwenang akan menangkapi orang-orang yang mengikuti pawai, tidak tampak keberadaan aparat keamanan di sekitar lokasi. Bahkan, menurut beberapa media independen Malaysia, warga sipil turun tangan untuk mengatur kemacetan lalu lintas karena tidak ada polisi lalu lintas.

Di antara tokoh oposisi yang hadir adalah Anwar Ibrahim dan Lim Kit Siang dari Partai Tindakan Demokratik.

Kedatangan Anwar disambut teriakkan “Kami Anak Malaysia”. Beberapa di antara peserta membawa plakat bertuliskan “Demokrasi mati”.

Anwar Ibrahim menegaskan raykat Malaysia baik Melayu, Cina, India, Dayak, Kadazan menginginkan pemilu yang bebas dan adil. Ia mengacu pada judul berita utama surat kabar pro-UMNO, “Apa lagi Cina mahu?”. Berita berisi kritikan pedas kepada pemilih Cina yang meninggalkan Barisan Nasional dan memilih calon-calon dari oposisi.

Para pemantau independen mengatakan terdapat kecurangan dalam pemilu.

Perdana Menteri Najib Razak menuduh Anwar Ibrahim berusaha memprovokasi kekacauan di jalan-jalan. Ia menuduh Anwar berencana memicu kekacauan.

Koalisi Barisan Nasional mendapat 133 kursi dari 222 kursi parlemen, koalisi oposisi Pakatan Rakyat mendapat 89 kursi. Namun Barisan Nasional kalah dari segi perolehan suara terbanyak dengan mengumpulkan 5,24 juta suara, lebih sedikit dibanding perolehan suara Pakatan Rakyat sebanyak 5,62 juta.

Pakatan Rakyat berencana mempersoalkan sekitar 30 kursi ke jalur hukum.

BBC/jotz

You might also like