Masjid Ahmadiyah Dirusak Warga di Tulungagung

Masjid Ahmadiyah dirusak warga. (foto: merdeka)
Masjid Ahmadiyah dirusak warga. (foto: merdeka)

Tulungagung, FK –  Ratusan warga Desa Gempolan Kecamatan Pakel Tulungagung Kamis malam (16/5) sekitar pukul 21.30 merusak Masjid Ahmadiyah di desa setempat. Pengrusakan itu diakibatkan datangnya pesiar Ahmadiyah yang sebelumnya tidak lapor ke RT setempat setelah lima hari tinggal di masjid tersebut.

Warga resah atas kedatangan Rizal Fazli Mubarrak (24) pesiar Ahmadiyah asal Desa Pondok Udik Kecamatan Kemang Jawa Barat. Padahal di tahun 2010 MUI, Ranting NU setempat bersama Ahmadiyah di Desa Gempolan telah sepakat menutup segala kegiatan satu-satunya Ahmadiyah di Tulungagung itu.

Akibat kemunculan kembali gerakan Ahmadiyah aliran Qodiyan ini ratusan warga dari RT 1,2 dan 3 RW 02 Desa Gempolan dengan difasilitasi MUI, NU, Muspika dan Polsek berkumpul di rumah Sarijan (67) Ketua RT 03 di mana masjid itu berada.

Ditempatkannya musyawarah di rumah RT setempat dianggap tempat yang paling netral. Tidak ketinggalan, dalam musyawarah tersebut mendatangkan Jakfar Ahmad (45) orang yang merekomendasikan Rizal untuk menempati masjid.

Ustadz Jakfar sendiri adalah tokoh Ahmadiyah yang sejak 2007 lalu mensiarkan ajaran tersebut dan rumahnya di timur masjid yang dirusak. Jakfar adalah penerus dari pesiar sebelumnya yakni Ustaz Yahya Sumantri yang kini pindah ke Kediri.

Menurut Imam Muslim (47) Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ranting Gempolan, awalnya musyawarah berlangsung baik. Namun kemarahan warga memuncak ketika Ustaz Jakfar Ahmad menyatakan warga tidak memiliki kewenangan atas masjid tersebut.

“Sontak jawaban itu menyulut kemarahan warga, dalam waktu sekejap warga melempari masjid ukuran 8 x 10 meter itu hingga semua kaca depannya hancur. Jawaban Jakfar tersebut sekaligus dianggap masjid tersebut tak bertuan. Beruntung kami bisa meredam kemarahan warga hingga tidak berbuat lebih,” kata Imam Muslim pada merdeka.com, Jumat siang (17/5).

Sebelumnya polisi mengamankan Rizal dan Edi Susanto (35) anggota Ahmadiyah yang sebelumnya menemani Rizal di masjid saat ratusan warga berkumpul.

“Ketika penyerangan itu keduanya sudah tidak di tempat. Kemarahan itu juga diperparah masih menyalanya lampu masjid yang mana sebelumnya disepakati tidak lagi digunakan untuk kegiatan syiar agama,” tambah Imam Muslim.

 

mdk/dhn