Warga Yogya Selesaikan Tabrakan Dengan Senyum, TNI Ini Pakai Otot

 

Kantor DPP PDIP (bindenoer.com)
Kantor DPP PDIP (bindenoer.com)

 

Jakarta, FK — Ini ada dua sikap berbeda dari warga Indonesia ketika sama-sama menghadapi persoalan antar-mereka. Yang satu cukup dengan senyum dan sikap terbuka, yang satu harus pakai otot. Begini kisahnya.

Korps TNI kembali tercoreng atas tindakan anggota Yon Zipur 13 yang menganiaya sejumlah orang di kompleks DPP PDIP Lenteng Agung, sebabnya salah satu personel terlibat kecelakaan lalu lintas dengan seorang pemuda dan dilerai oleh pengamanan kantor Megawati Soekarnoputri itu. Diketahui, dua anggota TNI ditangkap oleh pengawal pribadi Ketua Umum PDIP tersebut.

Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanudin mengatakan, peristiwa itu terjadi Sabtu (20/4) sekitar pukul 19.35 WIB. Saat itu ada seorang anggota Yon Zipur 13 ribut di sekitar SPBU, dekat kantor DPP PDIP Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

“Ribut dengan seorang pemuda, dan kemudian anak ini melarikan diri di tengah keramaian pengajian. Tentara itu kemudian mengundang teman-temannya, dan secara bersamaan datang ke tempat kejadian untuk mencari anak muda itu,” kata TB Hasanudin saat dihubungi, Sabtu (20/4).

Kemudian, sejumlah anggota TNI masuk ke komplek DPP PDIP dan sempat memukul seseorang yang sedang duduk, dengan gagang sangkur.

Namun perilaku itu kontras dengan korban kecelakaan di Yogyakarta, mereka menyelesaikannya bukan dengan adu jotos namun dengan senyuman.

Lewat situs Youtube, video kecelakaan di Yogyakarta diposting Iwan Budi Santoso, Sabtu (20/4). Dalam video berdurasi hampir satu menit itu, terlihat bus TransJogja 2B ditumpangi Iwan menabrak sebuah Mobil Honda di Jalan Gejayan Yogyakarta (19 April 2013).

“Suasana cukup panik dan beberapa penumpang terlempar. Detik-detik menegangkan adalah ketika kedua pengemudi keluar dari kendaraannya masing-masing. Kami para penumpang sempat khawatir akan terjadi adu mulut atau bahkan perkelahian,” tulis Iwan dalam keterangan di video berjudul ‘Wong Jogja Ketika kecelakaan’.

Iwan menjabarkan, “Tetapi yang terjadi adalah dua pengemudi (Honda pakai baju putih, TransJogja pakai baju batik dan topi kupluk) tersebut saling senyum. Sopir TransJogja dengan gaya polosnya menjelaskan apa yang ia lakukan ketika terjadi kecelakaan, sementara pengemudi Honda tersenyum sambil sesekali mengamati bagian belakang mobilnya yang mengalami kerusakan.”

Mungkin penyelesaian yang dipilih oleh pengemudi mobil pribadi dan sopir bus di Yogya itu bisa menjadi contoh. Menyelesaikan persoalan tidak harus dengan otot, dengan senyuman pun bisa.

Berikut video ‘Wong Jogja Ketika kecelakaan’ seperti yang diposting Iwan:

(http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=EaT6A4MbeKw)

jotz/bindenoer.com