Twitter Susno Duadji: Demi Tegaknya Hukum Bapak Rela Mati

Akun twitter @susno2g aktif berkicau. (foto: screenshot @ForumKeadilan )
Akun twitter @susno2g aktif berkicau. (foto: screenshot @ForumKeadilan )

Jakarta, FK –  Di tengah ketegangan proses eksekusi atas mantan Kapolda Jawa Barat Komjen Pol (purn) Susno Duadji di kediaman Susno di di kawasan Bukit Dago, Resor Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (24/4/2013), akun twitter @susno2g aktif berkicau. Akun itu tertulis atas nama Susno Duadji.

Sebuah kicauan menyebut dirinya sebagai ajudan Susno menulis, “Kami ajudan Pak Susno: Bapak Bertahan demi tegaknya hukum TIDAK akan mau dipaksa dengan dasar hukum yg salah. MA sdh membebaskan bapak.”

Berikutnya, akun itu kembali menulis, “Bapk tetap bertahan demi tegaknya hukum bapak rela mati (Ajudan SD).”

Akun itu lantas menyebut proses eksekusis ini sebagai bentuk penghancuran karakter karena Susno berniat menjadi calon legislatif di Jawa Barat.

Susno, terpidana kasus korupsi penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan kasus dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 itu, sudah tiga kali tak memenuhi panggilan eksekusi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Susno menyatakan dirinya tidak dapat dieksekusi dengan berbagai alasan. Pertama, dia menyatakan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasinya tidak mencantumkan perintah penahanan 3 tahun 6 bulan penjara. Putusan MA hanya tertulis menolak permohonan kasasi dan membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 2.500.

Alasan kedua, Susno menilai bahwa putusan Pengadilan Tinggi Jakarta cacat hukum karena salah dalam menuliskan nomor putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan sederet argumen itu, Susno menganggap kasusnya telah selesai.

 

kmp/dhn