Sidang Korupsi Bioremediasi Chveron, Pengacara Terdakwa Walk-Out

Terdakwa Ricksy Prematuri dan penasihat hukumnya, Najib Aligisymar (jpnn)
Terdakwa Ricksy Prematuri dan penasihat hukumnya, Najib Aligisymar (jpnn)

Jakarta, FK — Sidang korupsi bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/4), diwarnai aksi walk-out tim penasihat hukum terdakwa Ricksy Prematuri. Aksi walkout itu dilakukan karena majelis hakim yang dipimpin Dharmawatiningsih dianggap tidak memberi kesempatan kepada kubu terdakwa untuk menghadirkan saksi-saksi a de charge (meringankan).

Tim penasehat hukum terdakwa pimpinan Najib Ali Gisymar menyatakan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah diberi kesempatan selama 4 bulan ini untuk menghadirkan 27 saksi dan 3 ahli selama 18 kali persidangan. Sementara Ricksy sebagai terdakwa hanya diberi kesempatan untuk menghadirkan 9 saksi dan ahli dalam enam kali persidangan.

Dalam persidangan itu, mantan General Manager Sumatera Light South PT CPI Yanto Sianipar sempat dihadirkan sebagai saksi meringankan. Kubu Ricksy juga berencana menghadirkan saksi ahli bioremediasi Prof M Udiharto dari Lemigas pada Senin (29/4) mendatang.

Hanya saja majelis berkeputusan menjalankan persidangan sesuai jadwal dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Alasannya, karena pada 9 Mei nanti masa penahanan Ricksy akan berakhir.

Akhirnya persidangan sempat diskors lima menit. Namun setelah sidang dibuka lagi, Ketua Majelis Hakim memutuskan untuk melanjutkan sidang pemeriksaan terdakwa Selasa ini (23/4).

“Dan pengadilan akan menyediakan penasihat hukum bagi terdakwa. Hak terdakwa untuk menerima atau menolak penasihat hukum yang disediakan pengadilan,” tegas Dharmawatiningsih.

Dalam sidang berbeda dengan perkara sama, terdakwa Herlan bin Ompu juga menolak diperiksa di persidangan. Alasannya, karena penasihat hukumnya yang juga walkout pada persidangan sebelumnya, tak hadir pada sidang kali ini. Alasannya pun sama, lantaran menganggap majelis tidak memberi kesempatan untuk menghadirkan saksi meringankan. Karena itu pula Herlan memilih bungkam saat diperiksa di persidangan.

Ricksy dan Herland dijerat kejaksaan karena dianggap korupsi proyek fiktif bioremediasi di PT CPI yang merugikan negara sekitar USD6 juta.

jotz/ara/jpnn