Upah Naik, BCA Perbanyak KPR

Bank Central Asia.
Bank Central Asia.

Jakarta, FK –  Bank Central Asia Tbk kembali mencatatkan kinerja tahunan yang memuaskan selama 2012, meskipun kondisi perekonomian nasional dibayangi perlambatan ekonomi akibat krisis keuangan di kawasan Eropa, Amerika dan China. Stabilitas politik dan penguatan ekonomi di dalam negeri juga telah memungkinkan kenaikan upah minimum pekerja, yang lalu turut meningkatkan daya beli dan tabungan masyarakat, kamis (28/3/ 2013).

Selama 2012, dana giro dan tabungan nasabah (CASA) masing-masing naik 26,9% menjadi Rp95,6 triliun dan 16,1% menjadi Rp200,8 triliun.Total dana CASA di BCA meningkat 19,4% menjadi Rp297,3 trilyun dan menyumbang 80,3% dari dana pihak ketiga di BCA, selain deposito dan bentuk simpanan dana nasabah lainnya.

Selain itu, BCA juga membukukan pertumbuhan portofolio kredit, baik di sektor kredit komersial maupun konsumer, selama tahun 2012. “Portofolio kredit tumbuh Rp54,5 triliun atau naik 27% menjadi Rp 256,8 triliun, melebihi rata-rata pertumbuhan sektor perbankan yang rata-rata naik 22,6%,” kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmaja di Jakarta, Kamis 28 Maret 2013. Kredit konsumer meningkat 37,1% menjadi Rp68,9 triliun tahun lalu, terutama ditopang oleh penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Jahja Setiaatmaja mengungkapkan, portofolio KPR di BCA tumbuh dari Rp28 triliun menjadi Rp41,8 triliun, sedangkan KKB meningkat dari Rp17,6 triliun menjadi Rp20,7 triliun. Kondisi ini turut menjadikan BCA sebagai salah satu penyedia KPR terdepan di Indonesia. Sejumlah produk unggulan, seperti KPR suku bunga tetap 8,5% per tahun selama 60 bulan atau KPR suku bunga tetap 7,5% per tahun selama 36 bulan disambut hangat oleh konsumen perumahan, apartemen dan rumah toko. Pangsa pasar KPR yang dilayani BCA kini mencapai 18,8% secara nasional pada akhir 2012.

 

Erwin Purba

Comments are closed.