KPK Sita 6 Bus Besar Irjen Djoko, Setelah Rumah dan SPBU

Mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo (foto: antara)
Mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo (foto: antara)

Jakarta, FK –  Sebanyak 6 bus besar yang diduga terkait dengan aset milik tersangka kasus korupsi pengadaan simulator SIM dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Irjen Pol Djoko Susilo kembali disita KPK.

“Penyidik KPK kembali melakukan penyitaan aset berupa 6 bus (besar) yg diduga terkait dengan DS sejak kemarin,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP, Sabtu (16/3) pagi.

Johan mengatakan bus itu diambil dari Yogyakarta dan kini telah diamankan. “Saat ini bus diamankan di beberapa tempat,” ujar Johan.

Belum diketahui berapa nilai total aset 6 bus besar yang dimiliki Mantan Kakorlantas Polri tersebut.

Diketahui, total aset Djoko yang kini disita KPK berjumlah 39 aset. Aset itu terdiri dari 12 rumah yang tersebar di 6 kota yakni 4 rumah di Jakarta, 1 rumah di Semarang, 3 rumah di Solo, 2 rumah di Yogyakarta dan 2 rumah di Depok Jawa Barat.

Kemudian, 3 SPBU di Jakarta Utara, Ciawi dan Kaliwungu Semarang. Serta 4 mobil mewah yakni Jeep Wrangler, MPV, Serena, Toyota Harrier dan Avanza. Total nilai aset Djoko yang diduga hasil dari TPPU mencapai 100 milyar rupiah.

Penyitaan dilakukan agar aset yang diduga hasil tindak pencucian uang itu tidak berpindah tangan.

Sejak 14 Januari, KPK mulai menyidik Djoko Susilo (DS) atas dugaan melakukan tindak pidana pencucian uang. Penyidik KPK menemukan dugaan DS telah menyamarkan, mengubah bentuk, ataupun menyembunyikan uang hasil korupsi yang dilakukannya.

DS dijerat dengan Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU No 8 Tahun 2010, kemudian Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 UU No. 15 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Beberapa orang telah dicegah terkait kasus TPPU ini. Diantaranya finalis Putri Solo 2008, Dipta Anindita, serta seorang perempuan bernama Mahdiana, ikut terseret dalam dugaan pencucian uang dilakukan DS. Menurut sumber di KPK, Dipta dan Mahdiana adalah istri DS. Keduanya pun telah dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan.

 

mdk/dhn

Comments are closed.