Presiden SBY: Awas Tanggul Lumpur Lapindo Jebol

Sejumlah pekerja dengan menggunakan alat berat mengurai lumpur di pusat semburan lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, Jatim, Jum'at (15/2). PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) diwajibkan membayar ganti rugi terhadap korban lumpur Lapindo sebesar Rp3,830 triliun, sejauh ini MLJ sudah membayar Rp2,91 triliun. (foto: antara)
Sejumlah pekerja dengan menggunakan alat berat mengurai lumpur di pusat semburan lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, Jatim, Jum’at (15/2). PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) diwajibkan membayar ganti rugi terhadap korban lumpur Lapindo sebesar Rp3,830 triliun, sejauh ini MLJ sudah membayar Rp2,91 triliun. (foto: antara)

Jakarta, FK –  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta institusi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk siaga penuh dalam mengantisipasi kemungkinan bencana alam tahun ini. Hingga saat ini dalam catatan presiden telah terjadi beberapa bencana alam yang merenggut sejumlah korban jiwa.

“Saya ingatkan Indonesia belum aman,” ujarnya saat memberi kata sambutan sebelum melakukan sidang kabinet paripurna di kantornya, Jakarta, Senin (18/2).

SBY kembali mengingatkan akan potensi masalah luapan lumpur Lapindo di tengah curah hujan yang tinggi dan membuat potensi jebolnya tanggul.

“Untuk kawasan lumpur Sidoarjo juga terus diawasi, diamati jangan sampai curah hujan tinggi menimbulkan luapan baru. Saya ingatkan kembali kewaspadaan, kesiagaan berkaitan dengan bencana alam kita tingkatkan,” katanya.

SBY telah mendapat laporan bahwa bencana alam banjir dan longsor di Manado telah merenggut puluhan korban jiwa. Hal serupa terjadi di Bojonegoro dan Jambi. “Kita harus terus waspada dan melakukan tindakan-tindakan preventif untuk mengurangi jatuhnya korban,” tuturnya.

 

mdk

Comments are closed.