Nara: Sepertiga Koperasi di Jakarta Tidur Lelap

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) DKI Jakarta, Nachrowi Ramli (Nara). (foto: merdeka.com)
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) DKI Jakarta, Nachrowi Ramli (Nara). (foto: merdeka.com)

Jakarta, FK –  Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) DKI Jakarta, Nachrowi Ramli (Nara) mengakui sepertiga koperasi di Jakarta tidak aktif beroperasi. Hal ini sebelumnya diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Saya akui memang sepertiganya tidur lelap. Harus ada juga pembinaan komitmen pemerintah,” kata Nara saat pertemuan dengan Ahok tentang pemberdayaan koperasi dan UKM di Balai Kota Jakarta, Senin (18/2).

Nara mengatakan, tidak aktifnya sepertiga koperasi tersebut dikarenakan ada kegiatan-kegiatan koperasi yang tidak diikuti. Sehingga diperlukan pendataan ulang kembali.

“Jadi kita lagi data terus. Kalimat saya itu her registrasi. Sebab ini koperasi-koperasi kan punya sejarah masing-masing. Jadi sepertiga itu bukan tidak aktif sama sekali, tapi ada beberapa kegiatan yang tidak diikuti sama sekali dan kita akan selalu membangunkan kembali,” terangnya.

Sistem her registrasi yang dimaksud Nara adalah dengan mengundang seluruh koperasi dalam setiap kegiatan. “Ya kita undang lagi (kalau tidak hadir). Setiap kegiatan kita undang, berapa kali nggak datang kita datangin ke sana gitu kan. Dekopinwil juga datangin,” jelasnya.

Menurutnya, sejak tiga tahun lalu Dekopinwil DKI Jakarta mendapat bantuan dari Pemprov DKI untuk operasional. Bantuan tersebut dipergunakan Dekopinwil DKI Jakarta untuk kegiatan meningkatkan SDM.

“Dulu seperti hujan dari langit,” katanya.

Mantan calon wakil gubernur DKI ini mengakui kucuran dana dari Pemprov DKI pada 2011 sebesar Rp 2 miliar, tahun 2012 Rp 1,5 miliar. Anggaran tersebut juga dipergunakan untuk pelatihan. Selain itu, diperuntukkan sebagai pengembangan wawasan simpan pinjam.

Nara mengakui banyak lapak usaha di Jakarta memiliki masalah. Sebab, ada oknum yang menguasai lapak-lapak tersebut.

“Kalau ada koperasi jadi calo saya setuju untuk di sikat,” tegasnya.

 

mdk

Comments are closed.