“Jakarta Jangan Seperti Hutan Reklame”

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. (foto: antara)
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. (foto: antara)

Jakarta, FK –  Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan akan mengatur pemberian izin reklame di Ibu Kota. Hal ini ia lakukan untuk menciptakan suasana kota yang lebih indah dan tidak dipenuhi oleh papan reklame atau baliho-baliho besar bagaikan  hutan reklame.

Terkait itu, mantan Wali Kota Surakarta ini mulai melakukan kajian dan menyusun masterplan penataan reklame. Diharap, dalam waktu dekat aturan main telah bisa dirumuskan dan keberadaan reklame bisa lebih tertib.

“Ini memang dimulai dengan membuat masterplan penataannya. Sehingga nanti kita enggak kayak di hutan belantara reklame. Bejibun banyaknya,” kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak akan memberikan izin untuk memasang reklame atau baliho besar di seluruh wilayah Ibu Kota. Menurutnya, pemasangan reklame hanya dapat merusak estetika tata kota Jakarta.

Basuki pun mengatakan tidak akan ada izin baru bagi para pemilik papan reklame untuk memasang iklan di semua sudut Ibu Kota. Apabila pemilik papan reklame itu sudah mendapat izin dari Pemprov DKI, Basuki jamin Pemprov DKI tak akan memperpanjang kontrak pemasangan reklame tersebut.

Selanjutnya, bagi pemasang iklan, Basuki mengimbau untuk memasang iklan di angkutan umum, seperti bus. Namun, mereka tetap harus membayarkan pajak iklan ke Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta.

Basuki juga mengatakan, kalau pemberhentian izin pemasangan reklame di Ibu Kota bukanlah sebuah wacana dan rencana belaka, karena ia akan bertemu dengan pengusaha iklan untuk membahas rancangan tersebut.

kmp

Comments are closed.