Bayi Meninggal di RSCM Karena Masalah Fasilitas

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, FK –  Hikmah, bayi berumur 1 tahun 3 bulan mengembuskan napas terakhir di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Hikmah yang menderita gizi buruk dan infeksi paru-paru, meninggal dunia karena rumah sakit kekurangan neonatal intensive care unit (NICU).

Nora, warga yang membawa Hikmah ke rumah sakit menuturkan dia menemukan bayi itu sudah dalam keadaan kritis di rumah orang tua Hikmah kawasan pemukiman pemulung Rawasari, 12 Februari lalu. Menurut Nora, orang tua Hikmah yang berprofesi sebagai pemulung tidak mampu membawa anak itu ke rumah sakit.

Awalnya Nora sempat mendapat kesulitan memasukkan Hikmah ke RSCM untuk dilakukan perawatan. Namun akhirnya, berhasil masuk UGD. Walaupun penuh, Hikmah mendapat perawatan seadanya. “UGD full, Hikmah dirawat berdua dalam satu tempat tidur. Padahal UGD full, tapi dokter yang jaga cuma 3,” kata Nora kepada wartawan saat dihubungi, Selasa (26/2).

Nora sudah menegaskan kepada dokter, Hikmah mengalami gangguan pernapasan jadi harus dirawat di NICU. Tetapi tidak digubris, Hikmah dirawat di ruang rawat inap biasanya. Untuk membantu pernapasannya, bayi yang memiliki berat 3,8 kilogram ini harus menggunakan alat bantu pernapasan orang dewasa.

“Walau umurnya 1 tahun 3 bulan, tapi beratnya hanya 3,8 kilo. Harusnya dirawat di NICU, tapi malah di ruang rawat inap biasa. Selama 2 minggu, tidak ada penanganan khusus padahal saya sudah tekankan kalau Hikmah mengalami masalah pada pernapasannya,” ujar dia.

Ketika Hikmah sudah kritis, RSCM baru menyarankan Hikmah dibawa ke rumah sakit yang tersedia NICU. Sebab RSCM kekurangan NICU. Namun RSCM tidak menunjukkan rumah sakit rujukan untuk merawat Hikmah. “Akibat penanganan yang tidak maksimal, klimaksnya, Hikmah mengembuskan napas terakhir tadi pagi pukul 09.00 WIB. Dokter bilangnya gagal napas. Yang saya sesalkan kenapa tidak dari awal saja Hikmah dirujuk ke rumah sakit lain,” tegas dia.

 

mdk

Comments are closed.