Pengakuan Choel Mallarangeng Buka Babak Baru Kasus Hambalang

Andi Zulkarnain Mallarangeng atau Choel Mallarangeng memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Jumat (25/1). (foto: antara)
Andi Zulkarnain Mallarangeng atau Choel Mallarangeng memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Jumat (25/1). (foto: antara)

Jakarta, FK –  Mengenakan batik hijau dan bercelana hitam, Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau yang akrab disapa Choel, Jumat (25/1) pagi datang memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Choel diperiksa terkait kasus Hambalang sebagai saksi untuk tersangka Deddy Kusdinar (DK) dan kakaknya, Andi Alifian Mallarangeng (AAM).

Choel datang ke KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, bersama kakak tertuanya, Rizal Mallarangeng. Ini adalah pemeriksaan pertamanya sejak ia dicegah ke luar negeri oleh KPK 3 Desember 2012 lalu. Usai diperiksa penyidik selama 10 jam, Choel dihadapan puluhan wartawan kemudian menggelar konferensi pers didepan pintu masuk KPK.

Satu keterangan mengejutkan terlontar dari bibirnya. Pria yang terkenal dengan perusahaan konsultan politiknya, FOX Indonesia ini mengatakan, pernah menerima uang dari tersangka Hambalang, Deddy Kusdinar, yang juga pejabat pembuat komitmen (PPK) Proyek Hambalang.

“Saya sudah laporkan itu (penerimaan uang dari Deddy) kepada KPK. Saya siap mengembalikan apabila itu diminta. Saya merasa bersalah dari hati yang terdalam,” kata Choel.

Uang yang diberikan langsung oleh Deddy tersebut diakui Choel masih disimpan dan siap untuk dikembalikan jika diminta oleh KPK. Choel mengaku bersalah dengan uang yang dia terima saat ulang tahunnya 28 Agustus 2010 yang lalu itu dan meminta nama kakaknya, AAM, tak dikait-kaitkan.

“Saya siap bertanggung jawab, saya ingin kasus ini dibersihkan dan nama kakak saya dibersihkan,” kata Choel.

Choel enggan merinci berapa jumlah nominal yang diberikan Deddy. Meski mengaku tak tahu menahu apa maksud diberikannya uang itu, dia membantah uang itu terkait proyek Hambalang. “Saya pikir itu bingkisan ulang tahun, tapi ketika dibuka uangnya besar sekali, yang jelas tidak terkait dengan Hambalang,” ungkap Choel.

Namun, jika benar pengakuan Choel bahwa Deddy yang secara langsung memberikan uang itu, kenapa pada saat diperiksa KPK 11 Desember 2012 silam, Deddy mengaku tak pernah berkomunikasi dengan Choel sebelumnya.

Nama Choel sempat disebut-sebut Nazarudin dalam sidang pengadilan Tipikor 8 Januari 2013 lalu. Mantan bendahara partai Demokrat itu mengatakan Choel pernah menerima hadiah terkait proyek Hambalang dari PT Dutasari Citralaras, perusahaan yang menjadi subkontraktor Hambalang.

“Pak Mahfud (Dirut PT Dutasari Citralaras, Mahfud Suroso, red) ketemu Andi Mallarangeng, terus bilang ‘Pak ini ada bingkisan dari Hambalang’, Andi jawab ‘Oh jangan kasih saya’. Nah terus Andi bilang ‘antar ke Choel,” jelas Nazar, Selasa (8/1).

Pengakuan Choel ini bisa saja membuka babak baru penelusuran kasus Hambalang. Lalu bagaimanakah nasib Andi Alfian Mallarangeng selanjutnya?

dtk

Comments are closed.