Jokowi Memohon DPRD Segera Sahkan APBD DKI 2013

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) duduk bersama  pimpinan DPR, antara laim Ketua DPR Marzuki Alie, Wakil Ketua DPR Pramono Anung dan Priyo Budi Santoso di Ruang Kerja DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (21/1). (foto: antara)
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) duduk bersama pimpinan DPR, antara laim Ketua DPR Marzuki Alie, Wakil Ketua DPR Pramono Anung dan Priyo Budi Santoso di Ruang Kerja DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta. (foto: antara)

Jakarta, FK –  Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memohon kepada DPRD DKI Jakarta agar segera mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) menjadi APBD 2013. Jika disahkan, Jokowi akan dapat menjalankan program kerja Pemprov DKI Jakarta dengan lancar. Apalagi, saat ini Jakarta dalam keadaan tanggap darurat akibat bencana banjir sehingga membutuhkan banyak anggaran.

“Sekarang sudah tanggal 22 Januari. Jadi, mohon kepada Dewan agar RAPBD bisa diterima dan tanggal 28 Januari bisa langsung ditetapkan,” kata Jokowi saat silaturahim bersama Pimpinan DPRD DKI, di Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Dalam pertemuan ini, Jokowi juga menyampaikan hasil pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jokowi mengungkapkan, Pemprov DKI meminta bantuan pemerintah pusat untuk program dalam rangka mengantisipasi banjir. Program-program itu antara lain pelaksanaan sodetan dari Otista sampai ke Kanal Banjir Timur (KBT) yang diurus oleh Kementerian Pekerjaan Umum, mempercepat pengerukan Kali Ciliwung, dan normalisasi Kali Pesanggrahan, Kali Angke, serta Kali Sunter.

Selain itu Jokowi juga akan menggunakan teknologi penyedot (dredging) untuk mengeruk sungai dan dapat membantu pembersihan sungai seperti yang dilakukan negara-negara di Eropa dan Singapura. Selanjutnya, juga telah direncanakan dan dianggarkan untuk pembuatan sumur resapan sebanyak 10 ribu dengan diameter minimal 1 meter serta kedalaman mulai dari 4 hingga 200 meter.

“Nanti akan saya paksa di seluruh kantor dan gedung untuk punya sumur resapan. Nanti akan dikalkulasi, kedalaman bergantung kultur tanah,” ujarnya.

Jokowi juga melaporkan kesepakatan pemasangan pompa yang telah diajukan Kementerian PU di Pluit, Ancol, dan Pantai Marina. Kesepakatan terakhir yang juga disampaikan Jokowi kepada DPRD adalah pembangunan deep tunnel.

“Saya mohon dukungan dari Dewan. Karena kota seperti Jakarta harus ada skenario untuk mengeluarkan air itu seperti apa. Deep tunnel itu sangat diperlukan dan negara lain sudah membuat itu. Kami hanya ingin dukungan dari seluruh dewan agar cepat direalisasikan,” ucap Jokowi.

Menanggapi permintaan Jokowi, Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan mengatakan, APBD tahun ini meningkat dari Rp 46 triliun menjadi sekitar Rp 49 triliun. Ia menilai, program-program yang diajukan Pemprov DKI telah mengarah ke program untuk menanggulangi banjir.

“Masih ada waktu kalau ada kegiatan pembangunan untuk disiapkan. Seperti pompa yang di Pluit. Pompa yang tidak jalan itu perlu dianggrkan ulang, disamping pengurangan yang kita laksanakan. Waduk-waduk perencanaan sudah bagus tinggal dilaksanakan. Tapi kami titip, untuk disampaikan ke pusat, pompa yang di Marina sebaiknya dilaksanakan tahun ini, karena akan membantu untuk menguras Kali Cideng,” kata Ferrial.

kmp

You might also like

Comments are closed.