Hari Ini KPK Periksa Andi Mallarangeng dan Kahar Muzakir

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng (tengah) didampingi Rizal Mallarangeng (kanan) dan kuasa hukum Hary Pontoh memberikan keterangan terkait kasus Hambalang di Sekretariat Freedom Institute, Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (10/1). (foto: antara)
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng (tengah) didampingi Rizal Mallarangeng (kanan) dan kuasa hukum Hary Pontoh memberikan keterangan terkait kasus Hambalang di Sekretariat Freedom Institute, Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (10/1). (foto: antara)

Jakarta, FK –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kahar Muzakir terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga Hambalang, Jumat (11/1/2013). Andi dan Kahar akan dimintai keterangan untuk salah satu tersangka kasus itu, Deddy Kusdinar.

“Diperiksa sebagai saksi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

Andi, yang juga menjadi tersangka dalam kasus Hambalang, dianggap mengetahui proses pengadaan pembangunan pusat pelatihan olahraga Hambalang tersebut.

Selaku Menpora, Andi bertindak sebagai pengguna anggaran Kemenpora, termasuk anggaran untuk proyek Hambalang. Sementara Kahar adalah anggota Komisi X DPR, mitra kerja Kemenpora. Pada 2010, Kemenpora dan Komisi X DPR mulai membahas proyek Hambalang, termasuk usulan mengenai penambahan anggaran menjadi Rp 2,5 triliun dari Rp 125 miliar. Satu per satu anggota Komisi X DPR diperiksa KPK.

Sebelumnya, lembaga antikorupsi itu memeriksa anggota DPR I Gede Pasek Suardika yang juga bertugas di Komisi X pada 2010. Selain itu, KPK memeriksa anggota DPR Primus Yustisio yang juga pernah menjadi anggota Komisi X. Seusai diperiksa, keduanya mengaku ditanya proses pembahasan usulan penambahan anggaran proyek Hambalang.

Dalam kasus Hambalang ini, KPK menetapkan Deddy dan Andi sebagai tersangka. Deddy dijerat dalam kapasitasnya sebagai pejabat pembuat komitmen sementara Andi sebagai pengguna anggaran. Keduanya diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang untuk menguntungkan diri sendir, pihak lain, namun justru merugikan keuangan negara.

Secara terpisah, Andi berjanji memenuhi panggilan pemeriksaan KPK hari ini. Mantan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat itu pun mengaku siap menjadi pelaku yang bekerjasama (justice collaborator) namun tetap tidak mengakui perbuatannya.

kmp

Comments are closed.