KPK IKLAN

Aspac Ambil Keuntungan Dikeluarkannya Andy ‘Batam’

Pelita Jaya Esia lawan Aspac Jakarta. (Foto: viva.co.id)
Pelita Jaya Esia lawan Aspac Jakarta. (Foto: viva.co.id)

Jakarta, FK – Asisten Pelatih Dell Aspac Jakarta Antonius Joko menyebut kemenangan timnya melawan rival sekota Pelita Jaya Esia, Sabtu (12/1) malam, karena salah satu keuntungan dikeluarkannya penyerang tim lawan Andy “Batam” Poedjakusuma yang lima kali melakukan pelanggaran (foul out). “Itu memang salah satunya. Kita juga bermain tenang dan dapat memanfaatkan kesempatan,” kata Antonius Joko, Minggu.

Andy yang akrab dipanggil Batam, harus keluar di kuarter terakhir, padahal timnya sedang mengejar ketertinggalan dari Aspac yang sebelumnya berhasil memutarbalikan kondisi, pada pertandingan di Gedung Basket Gelora Bung Karno di Jakarta, Sabtu malam.

Sebelumnya di dua kuarter awal, Pelita berhasil menekan Aspac dengan motornya Kelly Purwanto yang bermain apik dan menghasilkan sembilan angka. “Kami memang startnya kurang bagus, jadi kesempatan banyak yang lewat. Di kuarter kedua kita perbaiki deffense, sehingga pula offense-nya ikut baik, dan kita mulai menyusul,” kata Joko.

Saat terjadi permainan cepat di kuarter terakhir, Andy Batam sempat terlibat perselisihan dengan :center” Aspac Isman Thoyib, dan peristiwa itu juga yang membuat permainan Pelita tidak stabil dan harus keluarnya Andy Batam.

Joko mengatakan pelatih tidak menginstruksikan pemain untuk sengaja memancing emosi Batam. “Dalam permainan susul-menyusul skor seperti saat itu, benturan antar pemain merupakan hal yang wajar,” ujarnya.

“Sejak awal pelatih instruksikan hal-hal seperti itu, kita ingin bermain dengan ‘good attitude’,” ujarnya.

Joko juga mengakui hafalnya pelatih kepala Rastafari Horongbala dengan permainan Pelita karena pernah menukangi juara preseason turnamen itu turut memberikan andil. “Ya pelatiih memang sudah memberikan arahan kepada para pemain,” kata dia.

Dell Aspac membungkam Pelita Jaya East di Gedung Basket Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu dengan skor akhir 78-71, setelah “guard” Andakara Prastawa Dhyaksa berhasil membalikan keadaan di pertengahan kuarter keempat. Selain aksi Prastawa, “guard” Xaverius juga menegaskan keunggulan Aspac dengan tembakan tiga angkanya sehingga membuat skor 59-55 sebelum mencapai akhir dengan hasil 78-71 di kuarter keempat.

Akibat pertandingan itu, Pelita gagal mempertahankan rekor tak terkalahkan selama musim ketiga ini. Sementara Aspac dapat memelihara peluang untuk sapu bersih semua pertandingan di Jakarta. -ant-

You might also like

Comments are closed.