Ahok: Kalau yang Tinggal di Gubuk Derita, Apa Kami Kejam?

Pengungsi banjir memanfaatkan bak truk untuk mengungsi di bawah jalan tol Pluit-Tomang yang melintasi jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, Sabtu (19/1). (foto: antara)
Pengungsi banjir memanfaatkan bak truk untuk mengungsi di bawah jalan tol Pluit-Tomang yang melintasi jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, Sabtu (19/1). (foto: antara)

Jakarta, FK –  Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyebut salah bila ada persepsi bahwa kawasan Pluit hanya dihuni oleh orang berduit saja.

“Pluit itu orang kaya saja. Itu isunya. Sebenarnya itu salah,” ujar Basuki di Balaikota, Jakarta, Senin (21/1/2013).

Basuki yang biasa disapa Ahok ini meluruskan, masih ada warga golongan ekonomi menengah kebawah yang tinggal di Pluit.

Ahok juga mengatakan, pembangunan 1200 rumah susun yang telah disediakan fasilitas interior dan fasilitas pendukung lainnya juga disediakan untuk warga yang kurang mampu.

“Kalau yang tinggal di gubuk derita, tinggal bawa badan, apa kami yang kejam?” ujar Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini juga meluruskan bahwa banjir yang merendam hingga dagu orang dewasa ini bukanlah karena pembangunan di Pantai Indah Kapuk (PIK) yang menyebabkan kurangnya resapan air.

“Pluit tidak ada hubungan perumahan pantai indah kapuk. Ini hubungannya yaitu jebolnya Latuhahary ke Pluit,” ucap Ahok.

tbn

Comments are closed.