Ahok: Dana Cadangan Rp 800 Miliar Untuk Bayar Utang

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (sumber foto: liputan6)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (sumber foto: liputan6)

Jakarta, FK –  Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta dana cadangan Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 800 miliar dialokasikan untuk bayar utang. Sebenarnya dana itu untuk mengantisipasi krisis keuangan tahun 1998 lalu.

“Itu saya bilang enggak boleh ada dana cadangan Rp 800 miliar. Sudah ditebak mau bayar apa, kalau dialokasikan bayar utang ya langsung bayar utang,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (10/1).

Ahok mengatakan karena banyaknya anggaran sehingga tidak boleh ada dana cadangan. Sebab, jika hal ini dibiarkan ditakutkan utang Pemprov DKI makin menggunung.

“Kan enggak boleh lagi dibilang, khawatir nanti banyak utang lebih baik langsung dialokasikan,” jelasnya.

Menurutnya, alokasi pembayaran utang ini jika ada perkara yang kalah di pengadilan umum. “Itu kan kalau ada perkara di pengadilan umum bisa bayar kan,” katanya.

Menurut Ahok, nantinya akan mengusulkan estimasi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Rp 4 triliun dari Rp 9,2 triliun APBD tahun 2012. “Iya ya, kalau enggak taruh kan sayang. Itu bagian Tim Anggaran Daerah (TAD), saya belum menguasai soal itu,” tandasnya.

Pengendapan dana cadangan di bank ini melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan.

mdk

You might also like

Comments are closed.