Tiga Brimob Tewas Dalam Baku Tembak di Poso

Penggerebekan teroris dilakukan Tim Densus 88 di Desa Kayamaya, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. (sumber foto: tribun)
Penyergapan kelompok mencurigakan yang dilakukan Brimob di antara Desa Tambarana dengan Gunung Kalora, Poso Pesisir. (sumber foto: tribun)

 

Poso, FK –  Tiga polisi malang ini tewas saat sedang berpatroli dan berupaya menyergap kelompok yang mencurigakan yang berpapasan dengan mereka.

“Telah terjadi kontak tembak antara Brimob (BKO) Polda Sulteng dengan  kelompok tak dikenal. Lokasi di antara Desa Tambarana dengan Gunung  Kalora, Poso Pesisir pukul 10.00 WITA,” kata Kabag Penum Polri Kombes  Agus Rianto di Gedung Dit IV Narkoba Polri, Cawang, Jakarta, Kamis (20/12).
Mabes Polri menyatakan jika anggota Brimob yang tewas tertembak di Kalora, Poso, Sulawesi Tengah, bukan satu orang melainkan tiga orang. Tiga anggota Brimob BKO Polda Sulteng yang tewas itu yakni Briptu Wayan, Briptu Ruslan, dan Briptu Narto.

“Ketiga jenazah dibawah ke RSUD Poso dan tiga anggota lainnya mengalami  luka tembak di dada, perut, dan leher. Korban luka tembak adalah Briptu  Eko, Briptu Siswandi, dan Briptu Lungguh yang dibawa ke RS Paringgi,  Poso,” bebernya.

Satu pelaku ditangkap dan sedang diintrograsi. Pelaku lainnya, yang  diperkirakan lebih dari lima, berhasil melarikan diri dan sedang dikejar.

Sebelumnya Kapolda Sulteng Brigjen Dewa Parsana membenarkan jika salah  seorang anggota Brimob tewas dalam baku tembak yang terjadi di Poso,  Sulawesi Tengah, hari ini.

“Benar, satu anggota Brimob tewas tertembak dalam baku tembak dengan  kelompok teroris. Infonya satu orang terduga teroris berhasil kita  tangkap. Datanya nanti menyusul,” kata Dewa saat dihubungi dari Jakarta  Rabu (20/12) siang.

Dari informasi yang dikumpulkan, korban yang meninggal itu adalah Ruslan, lulusan tamtama angkatan 39.

Perburuan jaringan teroris Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) di bawah  kendali Santoso yang diduga bertanggungjawab terhadap pembunuhan dua  anggota polisi yang hilang di Poso sejak 8 Oktober dan sejumlah teror  lainnya, memang terus dilakukan polisi.

Gelombang pertama peleton tempur Brimob Kelapa Dua, Depok, yang  berkualifikasi Gerilya Anti Gerilya (GAG), pun dikirimkan ke Poso,  Selasa (30/10), dari Jakarta.

Mereka ini adalah tim elite milik Brimob, selain tim lain yakni CRT  (Crisis Respond Team) yang berkualifikasi andal di medan perkotaan.