Tifatul: Kasus IM2 Bisa Bikin “Kiamat Internet”

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Tifatul Sembiring (sumber foto: okezone)

Jakarta, FK –  Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menegaskan, diteruskannya penyidikan kasus kerjasama kerjasama penyelanggaraan internet pada Jaringan 3G di frekuensi 2.1 GHz antara PT Indosat Tbk dan anak usahanya PT Indosat Mega Media (IM2) oleh Kejaksaan Agung, bisa berdampak besar terhadap iklim investasi.
“Kasus ini perlu jadi perhatian kita semua karena ini menyangkut investasi. Saya juga telah berkoordinasi dengan ketua BKPM bahwa jangan sampai hal yang tidak logis dituduhkan pada pelaku industri di Indonesia ini,” tutur  Tifatul Sembiring usai menghadiri Seminar Nasional Broadband Economy  di Hotel Borobudur, Selasa (11/12/2012).

Tif, panggilan akrab Tifatul Sembiring,  mengaku khawatir kasus ini akan membuat investor menjadi kapok berinvestasi di Indonesia.  Padahal dulu dirinya telah mendapatkan arahan dari bapak presiden bahwa untuk pencapaian target ekonomi dan pertumbuhan ekonomi kita salah satu poin terpenting adalah investasi.

“Ini orang udah masuk. Qatar ini bukan pemain kecil, pemain global gitu loh, mereka udah mau main di sini (investasi) yang besar-besar gitu loh. Ini bisnis to bisnis tadinya, tapi kalau dimengeluhkan regulasi wajar-wajar  saja dia kan pengen aman investasinya setelah menaruh uangnya triliunan,” katanya.

Menurut Tifatul, kasus IM2 menyebabkan industri telekomunikasi terganggu. Sebab, ada 280 Internet Service Provider (ISP) lain yang juga menerapkan model bisnis yang sama dengan Indosat dan IM2. Bila kerjasama Indosat dan IM2 dianggap melanggar, kerjasama 280 ISP lain akan dinyatakan bersalah. “Kasus ini mengancam industri internet, jangan sampai terjadi kiamat internet gara-gara kasus ini,” tutur Tifatul.

Para pelaku industri juga sudah menyatakan keresahannya. Hal itu terbukti dengan surat pernyataan bersama (join statement) 15 asosiasi di industri telekomunikasi yang diteken pada Minggu (9/12).

Ke-15 asosiasi industri telekomunikasi tersebut adalah Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Asosiasi Pengusaha Warnet Komunitas Telematika Indonesia (APW Komitel), Indonesia Mobile Online Content Association (IMOCA), Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI), Asosiasi Information Technology Indonesia (AITI), dan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII).

Penandatangan lainnya adalah Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Indonesia Telecom User Group (IDTUG), Indonesia Wirelesss Broadband (ID-WiBB), Indonesia Wireless Internet Indonesia (INDOWLI), dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).

Menurut Ketua Umum Mastel Setyanto P. Santosa, melalui Join Statement tersebut para pelaku industri telekomunikasi ingin menunjukan keprihatinan terhadap langkah Kejaksaan Agung yang meneruskan kasus IM2.

“Kami meyakini bahwa PKS INDOSAT-IM2 telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keyakinan kami juga diperkuat dengan merujuk pada Surat Klarifikasi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) kepada Kejaksaan Agung,” tutur Setyanto.

tbn

You might also like