Pedagang Mainan di Pasar Gembrong Menolak Direlokasi

Pasar Gembrong.
Pasar Gembrong.

Jakarta, FK –  Upaya Pemkot Jakarta Timur menata pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Gembrong Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur, masih menemui kendala.

Sebab, sebagian besar pedagang menolak pindah ke Pasar Gembrong, Cipinang Besar Utara yang dibuat PD Pasar Jaya sebagai relokasi. Apalagi, penjual mainan semakin menjamur di sana. Salah satu penyebabnya, tiada lagi penertiban dan pelarangan secara tegas oleh aparat terkait.

Berdasarkan SK Wali Kota Nomor 129/2011 tentang lokasi sementara usaha mikro Pedagang Kaki-5 (berkode JT) di Jaktim disebutkan, Pasar Gembrong Prumpung merupakan satu dari 12 JT yang sudah dicabut izin operasionalnya.

Selain Pasar Gembrong Prumpung yang tadinya disebut sebagai JT 22 dan 23, belasan JT lain seperti JT 43 Kramatjati, JT 51 Cakung, JT 59, 60 Duren Sawit, JT 61-65 Makasar, dan JT 67 Pasar Rebo, juga sudah dicabut izin operasionalnya.

“Melalui SK itu telah diputuskan, dari total 59 JT, hanya 47 JT yang izinnya diperpanjang, sedangkan 12 JT lainnya sudah tidak diperpanjang lagi. SK itu menandaskan tidak boleh lagi ada pedagang yang berjualan di lokasi tersebut,” jelas Kasudin KUKMP Jakarta Timur, Moh Johan Affandy, Jumat (21/12/2012).

Saat ini, lanjut Johan, pihaknya sedang membahas penataan JT yang baru di tingkat kota. Namun, pembahasannya masih menunggu usulan lokasi yang layak dijadikan JT dari masing-masing camat.

“Bahkan, bukan tidak mungkin Pasar Gembrong Prumpung kembali diusulkan sebagai lokasi sentra penjual mainan. Namun, keputusannya ada pada rapat bersama sejumlah SKPD lain di tingkat kota,” paparnya.

Menurut Johan, saat ini Pasar Gembrong memang menjadi prioritas pembahasan. Karena, banyak aspek yang mesti diperhatikan dari keberadaan Pasar Gembrong. Melihat, lokasi pasar di pinggir Jalan Basuki Rahmat kerap menjadi biang kemacetan hampir setiap hari.

tbn

You might also like