PELECEHAN SEKS ANAK

Menkeu Pastikan BBM Tak Naik Akhir Tahun Ini

Seorang petugas SPBU melayani konsumen yang membeli BBM di SPBU. (sumber foto: Antara)
Seorang petugas SPBU melayani konsumen yang membeli BBM di SPBU. (sumber foto: Antara)

Jakarta, FK –  Menteri Keuangan Agus Mastowardojo kecewa dengan isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di akhir tahun. Dia memastikan pemerintah belum berencana untuk menaikkan BBM seperti yang dispekulasikan banyak pihak. Saat ini pemerintah sedang intensif membicarakan agarsubsidi BBM dapat terkendali.

“Tidak ada rencana menaikkan harga BBMsampai akhir tahun ini. Sejauh ini pemerintah sedang melakukan pembicaraan yang intensif bagaimana subsidi BBM ini terkendali dan bukan untuk menaikkan harga BBM dalam waktu dekat,” ujar Agus, Rabu (12/12).

Menurut Agus, merebaknya isu kenaikan BBM belakangan ini merupakan respon dari keterbatasan ketersediaan BBM yang terjadi di beberapa daerah beberapa waktu lalu. Dia berharap agar spekulasi kenaikan harga BBM ini dapat dihentikan segera karena dapat memacu inflasi. Akibatnya, harga-harga produk dipasaran menjadi naik.

Di balik besarnya anggaran subsidi BBM pada APBN 2013 nanti, pemerintah akan terus berupaya mengendalikan subsidi BBM agar tidak terus bertambah tiap tahunnya dan membengkak di APBN. Menurut Agus,pengendalian tersebut harus dilakukan untuk mengatasi kenaikan subsidi BBM yang tidak wajar. Pasalnya, tahun ini pemerintah telah menaikkan kuota BBM bersubsidi menjadi 43,5 juta kl dan dipastikan akan naik lagi.

Meski baru sekadar isu, pengamat ekonomi Aviliani berpendapat, menaikkan harga BBM bersubsidi akhir tahun atau awal tahun depan sangattidak tepat. Ditengah kondisi politik Indonesia saat ini, Ia berharap pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dua hingga tahun mendatang.

“Belum bisa naik sampai 2014,” katanya.

Kendati demikian, bukan berarti ia tidak menyetujui rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, pemerintah harus memikirkan bagaimana cara agar harga BBM tidak naik, tetapi subsidi tetap bisa dikurangi. Salah satu langkah yang dulu sempat  menjadi wacana pemerntah adalah dengan pembatasan penggunaan BBM bagi kendaraan roda empat. Sayangnya, pemerintah belum berani mengaplikasikan hal tersebut hingga kini.

Berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh Komisi Ekonomi Nasional (KEN),  sebesar 77 persen pengguna BBM bersubsidi adalah pengguna mobil pribadi yang tidak layak mendapatkan subsidi. Aviliani menilai, pembatasan harus dilakukan tanpa melihat ukuran cc kendaraan roda empat sehingga semua kendaan roda empat milik pribadi tidak diizinkan menggunakan BBM bersubsidi.

Pemerintah belum memncoba dan belum berani melakukan pelarangan penggunaan BBM bersubsisi terhadap mobil pribadi,” ujarnya.

BBM bersubsidi sedianya hanya dapat digunakan oleh kendaraan roda dua dan kendaraan umum karena dua hal tersebut yang dipastikan akan terkena dampaknya secara langsung atas rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Jika pemerintah tetap berencana akan menaikkan harga BBM bersubsidi menjadi Rp6500/liter, Aviliani berpendapat hal tersebut hanya akan memperburuk situasi sosial dan politik bangsa Indonesia.

okz/dhn

You might also like