Jokowi: Saya Sudah Siap Nonton GN’R, Ini Bajunya

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sempat menunjukan kaos berwarna hitam bergambar tengkorak, lambang dari grup band Guns N Roses sebelum bertolak menonton konser grup band tersebut, Minggu (16/12/2012) di MEIS, Ancol. (sumber foto: kompas)
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sempat menunjukan kaos berwarna hitam bergambar tengkorak, lambang dari grup band Guns N Roses sebelum bertolak menonton konser grup band tersebut, Minggu (16/12/2012) di MEIS, Ancol. (sumber foto: kompas)

Jakarta, FK –  Konser grup band internasional Guns ‘N Rosses di Jakarta, Minggu (16/12/2012), tak hanya menyedot perhatian penikmat musik biasa, namun juga Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

Bahkan, pria yang akrab disapa Jokowi itu telah mempersiapkan baju yang akan digunakannya saat menonton konser. Sebelum bertolak ke kawasan Ancol, Jakarta Utara, tempat dilangsungkannya konser, Jokowi sempat mendatangi Kantor DPD PDI-P di Tebet Jakarta Utara untuk melakukan rapat koordinasi. Usai rapat, Jokowi pun sempat menunjukan kaos berwarna hitam bergambar tengkorak, lambang dari grup band beraliran metal tersebut.

“Saya sudah siap nonton konser, ini bajunya,” ujar Jokowi sambil mengacungkan jari kelingking, telunjuk, dan jempolnya dalam waktu bersamaan.

Sebelum melakukan aksinya di depan wartawan, Jokowi sempat keberatan menunjukan baju metalnya tersebut. Pasalnya, usai mengikuti rapat, Jokowi masih mengenakan kemeja merah dengan lambang PDI-P.

Namun, setelah sedikit dibujuk, Jokowi pun memperlihatkan kaos itu. Dalam wawancara sebelumnya, Jokowi sempat mengungkapkan, dirinya memang menggemari band asal Amerika Serikat tersebut. Beberapa lagu dari GnR juga menjadi lagu favoritnya, antara lain ‘Sweet Child O Mind’. Namun sayang, ia menolak untuk menyanyikan lagu tersebut.

“Klo saya bukan penyanyi dek. Saya nggak bisa, saya bukan penyanyi,” ujar Jokowi.

Dalam konser yang sempat tertunda itu, Jokowi melanjutkan, dirinya secara pribadi ingin melihat prospek gedung yang memadai untuk menggelar pertunjukan dalam skala besar di Jakarta. Beberapa hal yang diperhatikan antara lain, desain, kapasitas, kekuatan listrik, dan lainnya.

“Misalnya penonton 10 ribu penonton dengan sebuah tata panggung yang baik, tata lighting yang baik. Saya melihat di Jakarta ini memiliki ruang yang cukup bagus,” lanjutnya.