“Itu Bukan Kelompok Resmi yang Diakui FIFA dan AFC”

IPL vs ISL
Ilustrasi. (Foto: tutorialto)

Palangkaraya, FK – Pada musim kompetisi 2013 nanti, akan berjalan beriringan dua liga tertinggi di Tanah Air. Selanjutnya, pada musim berikutnya lagi kedua liga itu akan digabung dengan nama baru.

Dan untuk unifikasi liga, Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz, menandaskan jika seluruhnya sudah ada dalam surat FIFA (Federasi Sepakbola Internasional). “Di situ dijelaskan bahwa PSSI adalah satu-satunya organisasi yang mengorganisir dan mengawasi sepakbola di Indonesia. Kalau ada kelompok lain, maka itu bukan kelompok resmi yang diakui FIFA dan AFC,” paparnya, dikutip situs resmi IPL.

Aturan yang masih ada akan terus diterapkan oleh induk sepakbola tertinggi nasional, PSSI. Dan pihak PSSI akan selalu mendesak pemerintah untuk tertib melaksanakan UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Dalam pasal 51 ayat 2 di UU tersebut, telah disebutkan dengan jelas bahwa penyelenggara kegiatan olahraga yang mendatangkan massa banyak wajib mendapatkan rekomenasi dari induk organisasi (yang bersangkutan). Dan jika cabang olahraga itu adalah sepakbola, maka kegiatan tersebut harus mendapatkan rekomendasi dari PSSI. Di pasal 89 juga menjelaskan apabila terdapat penyelenggaraan yang tidak mendapatkan rekomendasi induk olahraga, maka akan dipidana maksimal 2 tahun atau denda Rp 1 miliar.