Hatta: Kita Patut Mencontoh Etos Kerja Almarhum

Petugas membawa jenasah Hakim Agung Muhammad Taufik usai disemayamkan di gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Selasa (18/12). (sumber foto: antara)
Petugas membawa jenasah Hakim Agung Muhammad Taufik usai disemayamkan di gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Selasa (18/12). (sumber foto: antara)

Jakarta, FK –  Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali memimpin pelepasan pemakaman jenazah hakim agung M Taufik. Dalam sambutannya, Hatta Ali meminta para hakim dan hakim agung mencontoh etos kerja M Taufik.

Acara tersebut dimulai dengan datangnya jenazah M Taufik pukul 11.30 di gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). Jenazah yang berada di peti mati berselubung kain merah putih langsung dibawa ke masjid MA untuk disalati bersama seusai salat zuhur.

Usai disalati, pukul 12.30 WIB jenazah dibawa ke Balairung MA oleh 10 petugas MA yang berseragam biru tua. Satu orang tampak memegang foto M Taufik berdiri di depan.

Setibanya di Balairung, jenazah langsung disambut di pintu utama di depan gedung MA oleh Hatta Ali. Lalu jenazah diletakkan di tengah Balairung dan Hatta Ali langsung memimpin doa.

Setelah itu, protokoler membacakan riwayat hidup hakim agung yang meninggal karena penyakit kanker paru-paru ini dan dilanjutkan dengan sambutan Hatta Ali sekaligus pelepasan jenazah dari negara ke pihak keluarga.

“Beliau aktif bekerja hingga akhir masa hayatnya. Kita patut mencontoh etos kerja almarhum,” kata Hatta dengan nada pelan dan bergetar.

Tampak hadir di Balairung keluarga hakim agung M Taufik. Beberapa di antara mereka tampak mengusap air mata dengan tisu yang jatuh ke pipi. Suasana khidmat itu juga dihadiri oleh para hakim agung, pejabat MA dan perwakilan lembaga negara lain. M Taufik meninggal dunia karena sakit kanker paru-paru di Singapura, Senin (17/12) pukul 10.30 waktu Singapura.

Usai pelepasan selesai, jenazah lalu dibawa kembali ke mobil kereta jenazah khusus, Holy Funeral Home Pluit. Segera setelah itu, kendaraan jenazah diiringi 5 kendaraan di belakangnya menuju tempat peristirahatan terakhir di TPU Tanah Kusir.

dtk