Dahlan Iskan ditantang Debat Pegawai Merpati

 

Menteri BUMN, Dahlan Iskan memberikan keterangan kepada wartawan seusai dipanggil Badan Kehormatan (BK) DPR RI di Gedung DPR, Nusantara II, Senayan, Jakarta. Foto: FK/Arief Manurung
Menteri BUMN, Dahlan Iskan memberikan keterangan kepada wartawan seusai dipanggil Badan Kehormatan (BK) DPR RI di Gedung DPR, Nusantara II, Senayan, Jakarta. Foto: FK/Arief Manurung

Jakarta, FK –  Forum Pegawai Merpati menantang Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  Dahlan Iskan  debat terbuka terkait kondisi Merpati Airlines.

Sebab, Dahlan dinilai tidak mengerti mengenai seluk beluk perusahaan maskapai pelat merah tersebut. Dahlan menyebut, saat ini Merpati Nusantara Airlines (MNA) telah membaik. Namun kenyataannya justru bertolak belakang dengan yang dirasakan karyawannya.

Ketua Umum Forum Pegawai Merpati Danu Risman menjelaskan sepanjang 5 bulan pertama tahun ini, Merpati selalu merugi. Dari catatan ikhtisar keuangan Merpati periode Juni-Oktober 2012 rugi usaha mencapai Rp 188,06 miliar, rugi total mencapai Rp 348,6 miliar. Nilai ini lebih buruk dibanding periode yang sama tahun lalu yang rugi usaha Rp 155,2 miliar dan rugi total Rp 288,8 miliar.

“Komplit sudah ketidakmengertian Dahlan sebagai Menteri BUMN tentang Merpati sebagai salah satu BUMN, apa tolok ukur keberhasilan BUMN, bagaimana disebut BUMN sudah membaik ?, “ungkap Danu dalam konfrensi pers di Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/12).

Menurutnya, pengakuan keberhasilan EBITDA yang selalu digembar-gemborkan di media mengenai keuntungan Merpati Rp 500 juta-Rp 1,5 miliar per hari penuh dengan akal akalan.

“RKAP 2012 sengaja tidak dijalankan, akibatnya rugi, tidak mampu menambah alat produksi sesuai RKAP disaat dana PMN Rp 561 m masih ada, mengakibatkan proyeksi keuangan melenceng jauh dari rencana, hal ini sudah kami laporkan ke BKP,” tambahnya.

Dia juga membantah secara keras kalau saat ini Merpati sudah tidak menunggak lagi. Menurutnya bayar fuel per hari ini ada out standing current sebesar Rp 12 miliar, bandara ada outstanding terkait bandara Rp 35 miliar dan USD 250 ribu yang baru di reschedule dan belum ada realisasi pembayaran, dan asuran masih ada outstanding USD 2,4 juta yang seharusnya dibayar untuk pada November.

mdk

You might also like