Bupati Bogor Penuhi Panggilan KPK

Bupati Bogor, Rachmat Yasin.
Bupati Bogor, Rachmat Yasin.

Jakarta, FK –  Bupati Bogor, Rachmat Yasin, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke kantor KPK, Jakarta, Kamis (13/12/2012) siang.

Pada kali pertama ini, Rahmat diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka kasus korupsi pengadaan sarana dan prasarana Pusat Olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, yakni Menpora Andi Alifian Mallarangeng selaku Pengguna Anggaran dan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Dedi Kusdinar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Rachmat tiba di Gedung KPK dengan mengenakan batik berwarna hijau, pukul 13.10 WIB. “Saya menjadi saksi Deddy Kusdinar dan AAM. Jadi apa yang saya tahu, apa yang saya lihat yang berkaitan dengan Hambalang akan saya sampaikan sesuai kapasitas saya sebagai Bupati,” kata Rachmat setiba di kantor KPK.

Selain Bupati Bogor, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah petinggi pemerintah Kabupaten Bogor sebagai saksi kedua tersangka kasus Hambalang, Andi Alifian Mallarangeng dan Dedi Kusdinar.

Mereka adalah Kepala Dinas Bogor Yani Hasan, Kepala BLH Bogor Novian Aeni Marlupi, Kabid BLH Bogor Eran Subarna, Kadis Bogor Burhanudin, dan Kepala BPLHD Jawa Barat Setiawan.

Lantaran menjadi tersangka, Andi Mallarangeng memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Menpora dan jabatan Sekjen Dewan Pembina Partai Demokrat. Andi beralasan bahwa kasus ini adalah masalah pribadi dan tidak ingin menggangu jalannya roda pemerintahan SBY-Boediono.

tbn/kmp/dhn