Basuki: Biarkan Saja, Masyarakat Bisa Menilai Sendiri Apa yang Terjadi di DPRD

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama menghadiri rapat perdana bersama DPRD di Jakarta, Senin (22/10/2012). Rapat ini membahas mengenai anggaran kota Jakarta pada tahun 2013 mendatang. (sumber foto: viva)

Jakarta, FK –  Rapat DPRD dan Pemprov DKI yang membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) diwarnai aksi walk out dari beberapa fraksi. DPRD menilai empat program unggulan Gubernur Jokowi belum jelas.

Melihat sikap DPRD, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ingin berkomentar banyak. Menurutnya, penilaian masyarakat jauh lebih kritis dari pada pemerintah.

“Biarkan saja, masyarakat bisa menilai sendiri apa yang terjadi di DPRD,” ujar Ahok di Balai Agung Jakarta, Kamis (7/12).

Ahok menilai ada molornya pengesahan APBD Tahun 2013 karena kesalahpahaman saja. Menurutnya anggota DPRD masih belum paham mekanisme program unggulan Jokowi-Ahok.

“Saya kira hanya salah paham, kan semua bisa dijelaskan,”tandasnya.

Seperti diketahui, sejumlah anggota dewan dari Fraksi PAN, Gerindra, PDIP dan Golkar walk out dari rapat. Penyebabnya, mereka kecewa dengan ulah segelintir anggota dewan dari fraksi lainnya yang dinilai menghambat rencana pengesahan dengan cara mengulang-ulang pertanyaan yang sama di setiap agenda rapat.

Perselisihan semakin meruncing, karena fraksi yang mendukung KUA-PPAS DKI 2013 segera disahkan menuding ada oknum dari fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat (PD) yang sengaja menghambat waktu pengesahan dengan alasan tertentu.

Saat dikonfrontir, Ketua DPRD DKI Jakarta asal Fraksi PD Ferrial Sofyan menampik tudingan tersebut. Menurutnya, agenda pembahasan anggaran selalu alot di setiap tahunnya karena legislatif harus memastikan urgensi dan efektivitas dari masing-masing program yang dianggarkan.

Agenda rapat di DPRD kemarin juga dihadiri, Kepala Bappeda DKI, Kepala Dinas Perhubungan DKI, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI, serta Kepala Dinas Pendidikan DKI. Akhirnya rapat bubar tanpa satu keputusan.

mdk/dhn

You might also like