Tekan Kriminalitas, Jokowi Minta Polda Tegas

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) didampingi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Sudjarno (kedua kanan). (sumber foto: Antara)

Jakarta, FK – Guna menekan kriminalitas di Ibu kota, Gubernur DKI Jakarta Jokowi meminta pihak Polda Metro Jaya untuk lebih bertindak tegas terhadap para pelaku kejahatan. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat bertemu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno di Balai kota. 

“Pak gubernur mau kita bertindak lebih tegas lagi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/11).

Namun lanjut Rikwanto, tindakan tegas tersebut dilakukan tetap sesuai dengan aturan yang ada. Selain itu, kepolisian juga terus melakukan razia-razia premanisme untuk meningkatkan keamanan. Dalam operasi ini pihaknya banyak menemukan senjata tajam yang sering digunakan untuk aksi kehajatan.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Polda Metro Jaya tercatat bahwa hingga bulan Oktober 2012 kejahatan pencurian mendominasi di Ibu kota. Di tahun 2012 ini, 4.458 kasus pencurian terjadi.

“Jenis pencurian tersebut antara lain pencurian rumah kosong, copet dan modus pencurian lainnya. Kasus-kasus seperti ini memang menjadi fokus utama dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban di masyarakat,” terang Rikwanto.

“Kejahatan seperti ini yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga memang menjadi prioritas,” lanjut Rikwanto.

Berikut data kejahatan selama Januari-Oktober 2012

Pembunuhan : 56 kasus
Penganiayaan Berat : 1.450 kasus
Pencurian : 4.450 kasus
Curas dan Rampok : 94 kasus
Penodongan : 326 kasus
Perampasan : 436 kasus
Pencurian motor : 3.415 kasus
Pencurian : 4.532
Pemerasan : 377 kasus
Perkosaan : 44 kasus
Narkotika : 3670 kasus

mdk/ant/dhn/berbagaisumber