PELECEHAN SEKS ANAK

Polisi Amankan Sembilan Orang Pemicu Kerusuhan di Pinang Ranti

Kerusuhan antara kelompok pemuda terjadi di permukiman Jalan Nirbaya, RT 10 RW 03, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, Minggu (11/11/2012) malam. Salah satu kelompok telah dievakuasi ke Polrestro Jakarta Timur. (sumber foto: kompas)

Jakarta, FK – Kepala Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Saidal Mursalin, mengatakan, polisi berhasil mengamankan sembilan orang dalam kerusuhan antara pemuda di Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, Minggu (11/11) malam. Sembilan orang tersebut diduga adalah pemicu kerusuhan.

“Dari saksi-saksi yang kami himpun di lapangan, termasuk Ketua RT, yang diamankan sembilan orang. Mereka diduga dari pihak yang dianggap sebagai pemicu rusuh tadi,” ujar Saidal di lokasi pasca rusuh, Senin (12/11) dini hari.

Saidal mengatakan, sembilan orang tersebut hingga kini masih dalam pemeriksaan intensif di Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Timur. Mereka akan terus diperiksa hingga aparat kepolisian mengetahui dengan jelas kronologis rusuh dan berhak untuk menetapkan tersangka.

Di sisi lain, Saidal berharap, masyarakat RW 02 Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, untuk mendukung aparat kepolisian dalam menciptakan suasana kondusif usai kerusuhan. Seratus pasukan Pengendalian Masyarakat diterjunkan untuk mengamankan lokasi rusuh.

“Pertama kami akan selesaikan secara hukum, di samping itu saya minta masyarakat melalui RT, tokoh masyarakat untuk menjaga situasi kamtibnas yang sudah kondusif supaya tak ada korban lagi,” ujarnya.

Menurut Saidal, kerusuhan itu dipicu karena selisih paham antara dua kelompok pemuda pada Minggu malam pukul 19.00 WIB. Tiga orang diketahui mengalami luka akibat selisih paham itu. Selisih paham pun meluas menjadi keributan antar kawan masing-masing kelompok hingga aksi serangan balasan dilakukan oleh kelompok yang kawannya menjadi korban.

Minggu malam saat kerusuhan, sebelum petugas kepolisian datang, salah satu kelompok pemuda menyerang sebuah rumah yang dihuni kelompok pemuda lainnya di gang Agape menggunakan senjata tajam, kayu, botol dan batu. Kelompok itu menyerang dengan membabi buta.

kmp

You might also like