Pelecehan Terhadap Islam Kembali Terjadi

Ilustrasi

Paris, FK – Kali ini diberitakan Ludovic Mohammed Zahed, seorang gay yang juga ahli Quran asal Alajazair yang kini bermukim di Paris, Jumat (30/11), akan meresmikan masjid pertama di Eropa yang terbuka untuk kelompok homoseksual Muslim.

Lokasinya di daerah pinggiran di timur Paris. Untuk diketahui, Prancis merupakan negara di Eropa dengan jumlah pendatang Muslim terbanyak, mencapai lima juta orang, mayoritas berasal dari Timur Tengah dan Afrika Utara.

Menurut Zahed yang juga lulusan program doktoral kajian Islam dan Homoseksualitas dari salah satu universitas Prancis itu, selama ini kaum Muslim homoseksual tidak memiliki tempat aman untuk beribadah dan juga sering menjadi korban diskriminasi.

“Oleh karena itu, kami butuh tempat aman dan nyaman untuk salat. Masjid ini bukan hanya akan memberikan kenyaman bagi kaum Muslim homoseksual, melainkan juga bagi kelompok Muslim transgender dan perempuan Muslim yang tidak mau mengenakan jilbab,” kata Zahed seperti dikutip ABC News, Kamis (29/11).

Lebih lanjut, Zahed menjelaskan bahwa di masjid baru tersebut tidak akan ada diskriminasi gender. “Semua, baik itu perempuan, lelaki maupun transgender bisa salat bersama-sama tanpa harus ada pemisahan. Semua egaliter,” kata Zahed yang tesis doktoralnya bertajuk soal Islam dan homoseksualitas itu.

Selain itu, masjid ini juga akan melayani pernikahan kaum sejenis. Zahed sendiri sudah menikah dengan pasangan homoseksualnya dan mereka merupakan pasangan gay Muslim pertama di Paris yang menikah secara Islam.

pr/dhn