Nigeria Dituding Lakukan Pelanggaran HAM Besar-besaran

Pasukan Nigeria Saat Akan Menumpas Boko Haram
Pasukan Nigeria Saat Akan Menumpas Boko Haram. (Foto: liveinnaija)

 

Lagos, FK – Amnesti Internasional, Kamis (1/11), mengungkapkan bahwa pasukan keamanan Nigeria melakukan pelanggaran besar-besaran hak asasi manusia, termasuk penghakiman cepat dalam usaha menumpas pemberontakan kelompok garis keras Islam Boko Haram.

Dalam laporannya, kelompok hak asasi manusia bermarkas di London itu menuduh tentara Nigeria melakukan pembunuhan tanpa pengadilan dan menunjukkan diri tidak menaati norma hukum atau hak asasi manusia dalam operasinya terhadap Boko Haram. “Lingkaran serangan dan serangan balasan ditandai oleh aksi kekerasan yang tidak sah oleh kedua pihak, dengan konsekuensi luas bagi hak asasi manusia terhadap mereka yang teperangkap dalam konflik itu,” kata Sekjen Amnesti Internasional, Shalil Shetty.

Aksi kekerasan menyangkut Boko Haram diperkirakan menewaskan lebih dari 2.800 orang sejak 2009 termasuk pembunuhan oleh pasukan keamanan. Nigeria mengerahkan satuan-satuan militer khusus ke beberapa daerah yang dilanda serangan palig berat oleh kelompok itu, termasuk kota Maiduguri di barat laut negara itu, yang dianggap sebagai pangkalan kelompok itu. “Amnesti Internasional menerima laporan-laporan yang tetap dari para saksi mata yang melihat orang-orang yang dieksekusi seketika di luar rumah mereka, menembak mati dalam operasi-operasi, setelah penangkapan, atau memukul hingga mati dalam tahanan atau di jalan-jalan oleh pasukan keamanan di Maiduguri,” jelas kelompok HAM itu.

“Para saksi mata yang diwawancarai Amnesti Internasional menyebut mereka melihat orang yang jelas tidak bersalah, tidak bersenjata, berbaring atau dengan tangan mereka diatas kepala mereka ditembaki dari jarak dekat oleh pasukan keamanan.”

Penduduk Maiduguri sebelumnya menuduh tentara menembaki orang-orang yang berada di pinggir jalan setelah serangan-serangan Boko Haram, kendatipun militer membantah melakukan tindakan seperti itu. Letkol Sagir Musa, juru bicara militer di Maiduguri mengemukakan kepada AFP ia belum tahu tuduhan-tuduhan Amnesti itu dan akan menanggapinya kemudian.

Kelompok HAM itu mengatakan tindakan Boko Haram yang tetap menargetkan warga sipil “mugkin menimbulkan kejahatan terhadap kemausiaan,” tetapi mendesak Nigeria “memikul tanggung jawab atas kegagalannya” dalam operasinya terhadap gerilyawan itu, yang mengatakan mereka ingin mendirikan satu negara Islam di daerah utara negara itu.

Presiden Goodluck Jonathan menghadapi kecaman yang kian meningkat atas kegagalannya menghentikan pembunuhan-pembunuhan itu. Nigeria yang kaya minyak, negara paling banyak penduduknya di Afrika, terbagi dua antara wilayah utara yang berpenduduk mayoritas Muslim dan daerah selatan yang berpenduduk mayoritas Kristen. -ant/blc-