PELECEHAN SEKS ANAK

Meski Dikecam, Renovasi Toilet DPR Rp1,4 Milyar Tetap Jalan

Toilet di Gedung DPR (m.mediaindonesia.com)
Toilet di Gedung DPR (sumber foto: m.mediaindonesia.com)

Jakarta, FK – Sekretariat Jenderal DPR tetap melanjutkan proyek renovasi toilet meskipun dikecam banyak kalangan. Proyek itu berbarengan pelaksanaannya dengan renovasi ruangan anggota dan pagar pembatas.

Sekjen DPR Nining Indra Saleh beralasan, proyek tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan asset negara. “Gedung ini statusnya aset negara supaya tetap terpelihara aset-aset itu,” katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (7/11/2012).

Nining mengatakan toilet yang akan diperbaiki sebanyak 127 buah dengan total 18 toilet rusak berat. “Ini akhir tahun apakah sanggup ternyata katanya sanggup,” katanya.

Sekjen DPR menganggarkan pagu Rp 1,5 miliar untuk renovasi toilet di gedung Nusantara I. Selain itu dianggarakan pula perbaikan tahan air lantai tiga dan lantai empat dengan nilai anggaran Rp 729,7 juta. Sementara perbaikan ruang kerja anggota dianggarkan dengan nilai proyek sebesar Rp 6,3 miliar yang mana satu ruang kerja diperbaiki dengan bujet Rp 20 juta hingga Rp 50 juta. Proyek lainnya yaitu pengadaan mesin cetak amplop yang dianggarkan Rp 335,9 juta.  Hal ini terdapat dalam  pengumuman di situs DPR.go.id di menu LPSE dengan kode lelang 93087.

Demi transparansi anggaran, Nining mengatakan pihaknya siap diaudit BPK terkait alokasi dana tersebut. “Apa betul itu sesuai dengan HPS pemerintah itu ada lembaga sendiri yg mengaudit,” tuturnya.

Bagi LSM Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), proyek renovasi toilet tersebut dianggap menggelikan. “Masa renovasi toilet sampai miliaran rupiah, memang semua toilet DPR rusak semua ya?” cetusnya Koordinator Fitra, Uchok S Khadafi.

Menurut Uchok, sebenarnya renovasi toilet DPR pernah dianggarkan oleh Kesekjenan DPR pada akhir tahun 2011 lalu. Proyek renovasi toilet DPR senilai Rp 2 miliar kala itu sempat berjalan dan dihentikan di tengah jalan lantaran menuai kritik keras masyarakat.

“Kalau hanya renovasi, seharusnya kan tidak lebih mahal dari pengadaan toilet baru? Renovasi toilet sudah sempat ditolak oleh publik. Kok bisa anggota DPR dan Sekjen DPR lupa ya,” kritiknya.

 Sejumlah anggota DPR juga merasa kurang sreg dengan renovasi toilet DPR di akhir tahun 2012 ini. Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat misalnya, mengaku proyek ini tidak mendesak.

 “Dulu katanya direnovasi dan dirawat, tapi ternyata tidak ada yang dikerjakan. Saya minta kalau memang tidak mendesak dan tidak transparan tidak usah dilanjutkan,” kata Martin yang juga meminta proyek renovasi ruang kerja anggota DPR senilai Rp 6,2 miliar dibatalkan.

 Untuk diketahui, di akhir tahun ini, Kesekjenan DPR menggelar tender 6 proyek. Berdasarkan dokumen lelang yang dimiliki Fitra, keenam proyek yang dalam masa lelang tersebut adalah:

 1. Penggantian pagar batas dengan Taman Ria, Rp 1.023.211.000 (per 30 November)

2. Renovasi toilet Gedung Nusantara I DPR RI Rp 1.406.291.000 (per 22 November)

3. Perbaikan ruang kerja anggota di Gedung Nusantara I DPR RI, Rp 6.267.286.000 (per 27 November)

4. Pengadaan tenaga keamanan pada Setjen DPR, Rp 13.168.706.600

5. Perbaikan waterproofing lantai 3 dan 4 gedung Nusantara I DPR, Rp 729.724.000

6. Pengadaan mesin foto copy kecepatan tinggi untuk masing-masing sekretariat fraksi, Rp 1.667.500.000

 Bila dijumlahkan, keseluruhan proyek akhir tahun ini senilai Rp 24.272.718.600. Angka yang cukup fantastis inilah yang mengundang tanya oleh sejumlah kalangan.

 SWU

 

 

 

 

You might also like