Mendikbud: Kita Bangga Jadi Orang Indonesia

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh. (sumber foto: kompas)

Jakarta, FK – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan setiap orang harus bersyukur menjadi warga negara Indonesia, karena Indonesia mempunyai pertumbuhan ekonomi di atas enam persen.

“Kami baru saja pulang dari London dan Laos, betapa bangganya menjadi WNI karena orang lain hormat pada Indonesia. Mana ada negara pertumbuhan ekonominya di atas enam persen kecuali hanya beberapa negara saja dan Indonesia masuk di dalamnya,” kata Mohammad Nuh pada  sambutannya di Kongres Kebudayaan Pemuda Indonesia (KKPI), Selasa.

KKPI di Jakarta bertema “Indonesia Aku Bangga”, Membangun Karakter, Kreativitas dan Solidaritas. Menurut dia, pada 2030 Indonesia akan berada di nomor tujuh ekonomi dunia.

“Alasan lainnya yaitu, dari tujuh miliar penduduk dunia tidak semua ditakdirkan menjadi WNI hanya 240 juta saja jadi orang Indonesia. jangan kira untuk menjadi WNI itu susah, sebagai contoh beberapa banyak imigran yang ingin menjadi WNI mengalami kesulitan serta mereka terpaksa kembali ke asal negaranya,” ujar dia.

Indonesia akan menjadi sebuah negara yang besar, kata dia, dengan syarat pemuda harus bersatu dan bersama-sama membangun bangsa ini.

“Bukan indonesia kalau tidak ada Papua, sulawesi, Kalimantan, Maluku. Bukan Indonesia kalau tidak ada Batak, Sunda, Jawa, Dayak, Badui. Bukan Indonesia kalau tidak ada Islam, Kristen, Buddha, Hindu, Konghutchu,” ujar dia.

Menurut dia, sebagai pemuda harapan bangsa harus yakin bahwa Indonesia adalah negara yang besar berlambang burung garuda.

“Lihat saja lambangnya yaitu burung garuda, orangtua kita dulu sudah memikirkan negara kita ini negara besar,” kata dia.

Ia melanjutkan pada 2013 Indonesia akan menyelenggarakan “world cultural forum” dengan tujuan untuk membangkitkan kembali budaya Indonesia yang beranekaragam tersebut.

“Kita rindu akan budaya maka Indonesia mengambil peran di world cultural forum dan itu adalah milik kita semua karena apa yang kita kembangkan dan yang kita inginkan ke depan adalah korvergensi peradaban yaitu ingin membangun peradaban,” ujar dia.

Karena, kata dia, tiap negata mempunyai spektrum atau corak warnanya sendiri.

Menurut dia, Indonesia sebagai bangsa yang besar mempunyai spektrum Indonesia dan itu harus kita bangun melalui konferensi kebudayaan yang kita gelar dan itu ada di pemuda-pemudi Indonesia,” kata dia.

“Akhirnya kita harus bangga bukan sekedar bangga tapi kita harus cinta dan bangga menjadi orang indonesia, ciri khas dari cinta itu adalah rasa memiliki artinya kalau indonesia diganggu sedikit maka dia akan bereaksi.Tapi cinta saja tidak cukup yaitu harus ada kebanggaan. Bertemunya kebanggaan dengan kecintaan akan menjadi kekuatan yang dahsyat sekali,” kata dia.

ant/dhn