Jasad Yasser Arafat Diangkat dari Makamnya

Yasser Arafat (sumber foto: elpais)

Ramallah, FK – Salah satu teka-teki terbesar di Timur Tengah bisa saja terungkap saat sisa jasad mantan pemimpin Palestina, Yasser Arafat, diangkat dari makamnya, Selasa (27/11).

Pengangkatan jasad Arafat ini dilakukan untuk membuktikan kecurigaan bahwa Arafat meninggal dunia akibat diracun.

Para hakim Perancis yang bertanggung jawab atas investigasi ini sudah tiba di Ramallah, Tepi Barat pada Minggu (25/11/2012). Di kota inilah musoleum Arafat didirikan di kompleks Mugataa, tempat Arafat dulu memimpin dan kini menjadi markas Presiden Mahmud Abbas.

Nantinya, tim ilmuwan internasional akan mengambil contoh jaringan dari sisa jasad Arafat untuk melakukan tes polonium, unsur langka yang mengandung radioaktif yang diduga digunakan para agen Israel untuk meracuni Arafat.

“Kami memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Arafat diracuni Israel. Mengangkat jenazah ini memang menyakitkan. Namun ini diperlukan untuk mencari kebenaran penyebab kematian Presiden Yasser Arafat,” kata Kepala Komiter Investigasi Palestina, Tawfiq al Tirawi.

Yaser Arafat, pemimpin Fatah dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), meninggal dunia pada 2004. Sebelumnya, dia sempat dirawat di Paris, Perancis dan pada saat meninggal para dokter tidak bisa mendiagnosa penyebab kematiannya. Namun, istri Arafat, Suha, saat itu menolak dilakukannya otopsi.

Dugaan Arafat dibunuh muncul setelah sebuah investigasi yang dilakukan Al Jazeera TV. Sejauh ini pemerintah Israel membantah terlibat dalam kematian Arafat dan enggan berkomenter lebih jauh.

Awal tahun ini, sisir, sikat gigi dan kafiyeh (penutup kepala) Arafat yang legendaris sudah terlebih dulu diteliti tim ahli Institut de Radiophysique di Laussane, Swiss, untuk mencari kandungan Polonium-210. Saat itu para ahli menemukan kandungan polonium yang sangat tinggi.

Hasil akhir penelitian terhadap jasad Arafat menurut rencana akan dirilis dalam empat bulan. Jika nantinya terbukti bahwa Yasser Arafat meninggal karena pembunuhan maka diyakini efeknya akan sangat besar.

Israel akan disalahkan atas kematian orang yang dengan Yitzhak Rabin memuluskan perjanjian Oslo. Perjanjian inilah yang berujung pada pembentukan Otorita Palestina. Namun, perjanjian damai ini runtuh setelah terjadinya Intifada Kedua pada 2000.

kmp/dhn