Dalam Aksinya, LMND Serukan Nasionalisasi Blok Mahakam

LMND
Aksi massa LMND di Kementerian ESDM, Senin (5/11). (Foto: berdikarionline)

Jakarta, FK – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), siang tadi (5/11), melakukan aksi menuntut nasionalisasi Blok Mahakam. Massa yang berkumpul di sekitar Monas, Jakarta, sejak pukul 13.00 siang, mulai melakukan longmarch dari patung kuda menuju Gedung Kementerian ESDM.

Meskipun hujan mengguyur dengan lebatnya, namun massa aksi dari LMND tetap melakukan aksinya. Dalam orasinya, Ketua Umum LMND, Arif Fachrudin Acmad, mengungkapkan bahwa blok Mahakam masih menyimpan cadangan gas sebesar 12,5 triliun cubic feet (tcf). Kalau mau diuangkan, dengan harga gas yang terus meroket saat ini, maka blok Mahakam berpotensi mendatangkan pemasukan ke kas negara sebesar 160 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.500 triliun. Hal itulah yang membuat korporasi asing, dalam hal ini Total E&P Indonesie, tak mau angkat kaki.

Arif menambahkan bahwa pemerintah harus segera mengelola blok Mahakam untuk memakmurkan rakyat. “Dengan menguasai blok Mahakam, pemerintah bisa memperkuat pasokan gas kita. Dengan demikian, PLN tak perlu kerepotan karena kekurangan bahan bakar,” pekiknya dengan lantang. Selanjutnya, Arif menegaskan bahwa jalan terbaik adalah segera melakukan nasionalisasi tambang migas di Indonesia.

Aksi yang dilakukan massa dari LMND itu juga sempat diwarnai aksi saling dorong pintu gerbang kementerian ESDM. Selain menyerukan nasionalisasi blok Mahakam, LMND juga menyerukan untuk mencabut UU Nomor 22 tahun 2001, membubarkan BP Migas dan meminta negara untuk segera melaksakan amanat pasal 33 UUD 1945. -rud/blc-