Creed Puaskan Penonton di Jakarta

Creed saat live perfom di Gandaria City Jakarta, (sumber foto: liputan6)

Jakarta, FK – Tampil pada putaran kedua di Jakarta dari perjalanan mengelilingi empat kota di Indonesia, Creed sukses membuat para penonton hanyut dalam nostalgia di era awal 2000an.

Scott Stapp, Mark Tremonti, Brian Marshall, dan Scott Philips menghentak Skenoo Hall, Gandaria City lewat 17 buah lagu andalan mereka hari Sabtu (3/11) malam.

Dibuka dengan lagu Are You Ready sekitar pukul 21.30 WIB, Creed menjawab penantian para penonton lewat penampilan memukau yang didukung dengan tata cahaya yang gemerlap dan tata suara yang menggelegar malam itu.

Kemudian sejumlah lagu seperti Torn, Wrong Way, What If, Unforgiven, My Own Prison, Thousand Faces, Bullets, Say I, Faceless Man, Time, What’s This Life For, One, dan Higher jadi pilihan repertoar mereka untuk menghibur fans yang ada di Jakarta.

Meski terbilang kurang populer, namun para penonton yang memenuhi ruangan Skeeno Hall mampu memberikan respon positif di tiap lagu yang para personil Creed bawakan.

Skema repertoar yang disiapkan oleh band yang mengusung aliran rock ini dirasa tepat karena dalam susunan sesi reguler ditutup lewat lagu Higher yang cukup populer. Di kesempatan itu, para penonton tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bernyanyi bersama Scott.

Tak puas dengan susunan lagu yang sudah dibawakan, penonton pun kemudian meminta sesi encore digelar lewat teriakan “we want more” yang diucapkan berulang-ulang.

Keinginan penonton itu pun tak bertepuk sebelah tangan. Tanpa basa-basi, Scott dan keempat personil lain langsung membesut hits andalan mereka yaitu With Arms Wide Open, One Last Breath, dan My Sacrifice tanpa jeda.

Sontak seisi ruangan bergemuruh karena suara penonton yang kompak melakukan koor bersama-sama dengan bersemangat.

Penampilan apik yang disajikan oleh para personil Creed ini tak dibarengi dengan konser yang interaktif. Scott Stapp selaku vokalis hanya mampu menjembatani batas band dan penonton lewat lagu-lagu semata.

Namun hal ini tak menyurutkan semangat para penggemarnya. Kemampuan Scott Stapp dalam mengolah vokal sepanjang konser patut diacungi jempol. Meski nyaris tanpa jeda, namun energi yang ia tampilkan sangat konstan dari awal hingga konser berakhir.

Begitu pun dengan Mark Tremonti yang memegang peranan penting dalam bagian mengisi bunyi-bunyian cadas lewat distorsi dan melodi gitar Paul Reed Smith miliknya. Berkali-kali raungan gitar lewat kemampuannya melakukan tehnik-tehnik seperti tapping dan typing mampu membuat para penonton berdecak kagum.

Konser yang berlangsung selama lebih kurang 2 jam itu berakhir dengan tertib. Setelah ini, Creed akan menyambangi kota Makassar pada tanggal 6 November dan ditutup di kota Medan pada tanggal 8 November.

bs/kmp/dhn/berbagaisumber