BI: Rupiah Terus Tertekan Bila Harga BBM Tidak Naik

Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution. (sumber foto: infobank)

Jakarta, FK – Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, menegaskan salah satu faktor penting penyebab tekanan atas kurs Rupiah selama ini adalah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak naik sepanjang tahun ini.

“Penyebab kurs Rupiah tertekan adalah karena naiknya defisit transaksi berjalan. Salah satu faktor yang menyebabkan defisit transaksi berjalan itu adalah impor minyak mentah,” kata Darmin Nasution, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Jakarta, hari ini (27/11).

Darmin menambahkan, pada periode 2005-2008 Indonesia juga menghadapi tekanan kurs karena masalah defisit transaksi berjalan. “Ketika itu Pemerintah menjawabnya dengan menaikkan harga BBM. Tetapi tahun ini harga BBM tidak dinaikkan. Itulah yang menyebabkan kurs melemah,” kata Darmin.

Terhadap tekanan atas Rupiah tersebut, Darmin mengatakan BI menjaga agar volatilitasnya tidak terlalu tajam. “BI mengendalikan agar fluktuasinya tidak terlalu tajam. Tetapi kita jelas tidak ingin melawan pasar. Sebab ini bukan permainan 1-2 miliaran dolar, tetapi belasan miliar dolar. Kalau kita lawan pasar, bisa amblas semua cadangan devisa kita,” kata Darmin.

dhn