2 Desember SPBU Tak Boleh Jual Premium dan Solar

Foto di atas bisa terjadi di tgl 2 Desember 2012 nanti (sumber foto: bisnis)

Jakarta, FK – Tak berhenti per Selasa (20/11) kemarin pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi ke SPBU dipangkas. Per 2 Desember mendatang Konsumen BBM subsidi akan kesulitan mencari premium dan solar.

Pasalnya, pada 2 Desember mendatang, seluruh SPBU di Pulau Jawa dan Bali serta sejumlah kota besar di Indonesia tidak akan menjual BBM Subsidi selama 12 jam.

Ketua Bidang SPBU DPP Hiswana Migas, Eko Wuryanto menyampaikan demikian ketika dikonfirmasi, Jakarta Rabu (21/11).

Menurut keterangannya keputusan itu sendiri merupakan hasil rapat koordinasi di kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengenai Gerakan  Sehari Tanpa BBM bersubsidi pada Selasa kemarin.

“Pada tanggal tersebut, seluruh SPBU di Jawa Bali, dan kota besar lain di luar Jawa seperti Medan, Batam, Palembang, Balikpapan dan Makassar diminta tidak jual premium selama 12 jam dari jam 6.00 pagi sampai jam 18.00,” ungkapnya.

Dalam posisi seperti ini, menurut dia, Hiswana Migas tidak bisa berbuat apa-apa, selain mengikuti perintah dari regulator. Karenanya, terpenting saat ini adalah sosialisasi yang tepat dan cepat sampaikan ke masyarakat terkait ini. Karena angkutan umum dan sepeda motor tidak dapat mengisi pada jam itu.

“Karena kan SPBU tidak melayani penjualan selama jam 6.00 pagi sampai jam 18.00,” jelasnya lagi.

Dia menyampaikan pula, dalam rapat pembahasan yang digelar di Kantor Wakil Presiden kemarin itu, pasokan BBM bersubsidi ke tiap SPBU akan dipangkas 10 persen oleh Pertamina.

Hal ini mengacu Surat BPH Migas No 943/07/Ka BPH Migas/2012 tanggal 7 November 2012 dan hasil rapat di Kantor Wapres tanggal 14 Nov 2012.
Sehingga per 19 November lalu, Perusahaan Migas plat merah itu hanya menyalurkan bahan bakar ke SPBU sesuai dengan sisa kuota BBM bersubsidi 2012.

Lanjutnya lagi, guna memudahkan pengaturan pengiriman BBM subsidi, maka tiap SPBU diminta menebus dengan pecahan per 8 kilo liter (kl). Misalnya penebusan 16 kl agar dibuat 2 X 8 kl).

Sementara itu, anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim sebelumnya mengatakan memberlakukan Sehari Tanpa BBM Bersubsidi seperti  program car free day tak lain bertujuan untuk mengawal agar kuota BBM nasional bisa cukup sampai akhir tahun.

tbn/dhn

You might also like