Rupiah Melemah Sepuluh Poin

Rupiah melemah
Ilustrasi. (Foto: antara)

Jakarta, FK – Nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS kembali melemah ke posisi Rp9.629 pada Kamis sore (11/10), seiring kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global serta ketidakpastian seputar penanganan krisis utang Eropa.

Nilai tukar mata uang rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta, bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp9.629 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.619 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global serta ketidakpastiasn seputar prospek bailout Spanyol, masih terus menghantui sentimen pasar keuangan. “Turunnya saham global juga turut menggoyahkan minat investor terhadap aset beresiko di pasar mata uang,” katanya.

Ia menambahkan, sentimen pasar uang kian diperburuk setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) memangkas peringkat utang Spanyol menjadi level BBB- (triple B minus) dengan outlook negatif.

Sebelumnya, Head of Global Market HSBC Indonesia, Ali Setiawan mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih sulit untuk bergerak menguat karena impor Indonesia masih tinggi. “Impor Indonesia masih sangat kuat sehingga menyebabkan defisit neraca perdagangan, kondisi itu membuat rupiah cukup sulit untuk menguat terhadap dolar AS,” tandasnya.

Masih tingginya impor Indonesia, dikatakan dia, membuat kebutuhan dolar AS meningkat dan otomatis nilai tukar rupiah akan terdepresiasi. “Secara umum, impor masih akan lebih besar daripada ekspor dikarenakan banyak bahan baku yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri sehingga kita impor.”

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Kamis (11/10) tercatat mata uang rupiah tidak bergerak menguat nilainya menjadi Rp9.603 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.598 per dolar AS. –ant/blc–