Petenis China Li Han Juarai Indonesia Terbuka

BadmintonPalembang, FK – Pebulutangkis tunggal putri asal China Li Han menjuarai Turnamen Indonesia Terbuka Grand Prix Gold 2012 setelah mengalahkan Yeni Amarani 2-0 (21-12, 21-10) pada final di Palembang, Minggu (30/9).

Pada awal set pertama, atlet andalan Indonesia Yeni sempat memberikan perlawanan setelah akurat dalam membaca arah bola. Skor sempat unggul 2-1, setelah bola pengembalian Li Han melebar ke luar garis lapangan. Namun, perbedaan skill yang mencolok membuat Li Han mampu mendominasi permainan. Satu per satu angka berhasil dikumpulkan pebulu tangkis unggulan kedua itu.

Beberapa smash keras Li Han semakin memperdaya Yeni sehingga semakin memperlebar jarak skor menjadi 7-13. Yeni yang mendapatkan dukungan ribuan penonton tidak mau menyerah dan mampu mempertipis ketinggalan menjadi 11-15 dengan menerapkan strategi bertahan. Akan tetapi, Li Han tak mudah untuk dihentikan, dan berhasil membungkam perlawanan Yeni pada set pertama itu dengan skor 21-12.

Pada set kedua, wakil China di final itu semakin menunjukkan performa terbaik. Meski sempat terpaut satu angka saat skor 6-8, namun pada perebutan angka berikutnya malah semakin membuat Yeni terperangkap. Yeni pun berulang kali gagal melancarkan strategi menyerang karena didahului Li Han, sementara ketika bertahan malah gagal melakukan antisipasi. Perlawanan pun terhenti saat permainan netting Li Han berhasil membukukan skor 10-21.

“Sejujurnya saya demam panggung, bisa dikatakan ini pengalaman pertama masuk ke final suatu ajang yang relatif besar,” ujar Yeni dalam keterangan pers setelah pertandingan.

Ia mengatakan kalah pengalaman dibandingkan Li Han. “Saya menjadikan kegagalan ini sebagai motivasi, karena untuk menjadi juara harus ditempa banyak pengalaman,” ujar pemain kelahiran Bandung, 20 Maret 1992 itu.

Penampilan Yeni terbilang fenomenal pada turnamen internasional ini. Meski berstatus atlet muda tapi mampu mengalahkan pebulu tangkis senior Adrianti Firdasari pada semifinal 2-0 (21-15, 24-22). Sementara, Li Han menyatakan bersuka cita mengingat target juara telah tercapai. “Yeni sebenarnya pemain bagus, tapi saya lihat dia masih gugup. Mungkin karena belum berpengalaman,” katanya.

Pada gelaran Indonesia Terbuka ini, ia menyoroti faktor non teknis yakni arah angin yang demikian kencang dari pendingin ruangan. “Angin demikian kencang, mungkin ke depan harus jadi perhatian,” ujarnya yang akan mepersiapkan diri mengikuti Paris Terbuka 2012.

You might also like